Menteri LHK Buka Persemaian Modern dan Kawasan Wisata di Sepaku PPU

oleh -241 views
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya saat bersama Gubernur Kaltim Isran Noor mengunjungi lokasi persemaian modern di Kelurahan Mentawir, Sepaku, kabupaten Penajam Paser Utara.

BERITAKALTIM.CO- Kalimantan Timur segera memiliki tempat persemaian modern, sekaligus kawasan wisata. Lahan dengan luas 120 hektar itu letaknya di Kelurahan Mentawir, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.

Lokasi yang rencananya bergabung dengan Ibu Kota Negara (IKN) itu sudah dikunjungi oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya, Sabtu (3/3/2021) lalu. Rencananya proyek persemaian bibit mampu menyediakan 15 juta batang per tahun.

Kepala Dinas Kominfo Kaltim Muhammad Faisal mengatakan, proyek persemaian modern di Kaltim akan menjadi yang keenam di Indonesia. Daerah lain yang juga memiliki lokasi persemaian itu adalah Jawa Barat, Sumatera Utara, Labuan Bajo NTT, Mandalika NTB, Likupang Sulawesi Utara.

Masing-masing daerah melakukan pembibitan berdasarkan jenis tanaman hutan maupun buah-buahan yang tumbuh di daerah itu. Untuk Kalimantan Timur, kata Faisal, jenis tanaman kehutanan seperti Meranti, Ulin, Nyatoh, Mahoni, Bengkirai. Sedangkan tanaman jenis MPTS (Multi Purpose Tree Spesies) seperti durian, cempedak, mangga, tanjung, ketapang dan kencana.

Sekilas Faisal menjelaskan, persemaian modern itu merupakan tempat atau areal untuk kegiatan memproses benih atau bagian tanaman lain menjadi bibit siap ditanam ke lapangan, dalam jumlah yang memadai dan dengan ukuran yang relatif seragam. Kemudian ada jaminan kualitas tanaman yang memadai dan mengalami pertumbuhan dalam waktu yang tepat.

“Persemaian modern di kawasan Ibu Kota Negara itu guna memproduksi bibit tanaman yang berasal dari bahan generatif. Memproduksi bibit tanaman yang berasal dari bahan vegetatif dengan cara stek, okulasi dan sambungan,” ujarnya.

Di tempat persemaian modern itu menyediakan sarana tempat penelitian bidang perbenihan dan pembibitan tanaman hutan. Selain itu juga menyediakan sarana untuk pendidikan, latihan dan penelitian teknik memproduksi bibit tanaman yang berkualitas.

“Jadi itu sebagai sumber benih aneka jenis tanaman konservasi lainnya dan sebagai sarana wisata pendidikan lingkungan bagi mahasiswa dan pelajar,” ujar pejabat yang merintis karir dari Pemkot Samarinda itu.

Dengan penyediaan bibit tersebut dapat dimanfaatkan untuk merehabilitasi hutan dan lahan yang di wilayah Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Konsep dari pemerintah, bibit tanaman untuk penghijauan lingkungan dibagikan secara gratis kepada masyarakat. #

Sumber: Kominfo Kaltim