Menyerukan Sistim Negara Khilafah di Turki, Majalah Ini Panen Kecaman

oleh -275 views
Majalah Gercek Hayat di Turki dan warga Muslim berkumpul di Hagia Sophia. Foto repro Duvar English.

Beritakaltim.co- Sebuah majalah berita Turki Gercek Hayat, dikecam setelah menyerukan deklarasi ulang kekhalifahan Islam di negara itu. Partai berkuasa di negeri itu bahkan mengeluarkan statemen menolak seruan majalah itu.

Juru bicara Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) pada Senin (27/7/2020) meyakinkan kaum skeptis bahwa Turki akan tetap menjadi republik sekuler setelah majalah Gercek Hayat menimbulkan kegemparan dengan menyerukan pembaruan kekhalifahan.

“Republik Turki adalah negara yang demokratis dan sekuler berdasarkan aturan hukum,” kata Juru Bicara Omer Celik dalam sebuah cuitan di Twitter. “Republik kita adalah payung bagi kita semua berdasarkan kualitas-kualitas ini”.

“Adalah salah untuk memicu polarisasi tentang sistem politik Turki… Debat dan polarisasi tidak sehat yang muncul di media sosial kemarin tentang sistem politik kita tidak ada dalam agenda Turki,” tulis Celik.

“Republik Turki akan berdiri selamanya. Dengan doa dan dukungan dari negara kita, dan di bawah kepemimpinan presiden kita, kita berjalan menuju apa yang disebut tujuan yang tak terjangkau untuk negara dan kemanusiaan kita. Republik kita akan terus bersinar,” tambahnya sebagaimana dilansir Al Araby.

Cuitan resmi dari AKP Itu muncul sebagai respon atas seruan Gercek Hayat agar pemerintah meluncurkan kembali kekhalifahan yang dihapuskan tak lama setelah jatuhnya Kekaisaran Ottoman. Gercek Hayat adalah majalah mingguan surat kabar Yeni Safak yang terkait dengan pemerintah.

Majalah berita Turki milik kelompok media pro-pemerintah panen kecaman setelah menyerukan deklarasi ulang kekhalifahan Islam di negara itu. Seruan ini muncul setelah Presiden Recep Tayyip Erdogan mengkonversi Hagia Sophi kembali menjadi masjid.

Gercek Hayat, majalah yang dimiliki oleh kelompok media Yeni Safak yang pro-pemerintah, menampilkan bendera kekhalifahan warna merah dari Kekaisaran Ottoman di sampulnya dan bertanya dalam bahasa Turki, Arab, dan Inggris; “Berkumpul untuk kekhalifahan. Jika tidak sekarang kapan? Jika bukan Anda, siapa?”.

Majalah itu juga mengatakan bahwa Turki sekarang bebas setelah Presiden Recep Tayyip Erdogan mengkonversi Hagia Sophia kembali menjadi masjid pada awal bulan ini.

Gercek Hayat merupakan majalah yang berhaluan Islamis yang memiliki sekitar 10.000 pelanggan. Namun sampul itu memancing respons keras dari juru bicara Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) Omer Celik. AKP adalah partainya Presiden Erdogan. #le