Minta Pecat Sri Mulyani, Netizen Malah Buka Utang BLBI Fadel Muhammad

oleh -1.998 views
Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad.

BERITAKALTIM.CO- Tiba-tiba saja Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad emosional. Dengan nada suara meninggi dia meminta Presiden Joko Widodo mencopot Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan. Warga net pun ikut meradang, buntut-buntutnya ada yang berspekulasi marahnya Fadel karena dia termasuk yang ditagih melunasi hutang BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia) Tahun 1998.

Pegiat medsos Denny Siregar memposting sebuah berita media online tentang Fadel yang lagi marah-marah. Lalu Denny menyertai dengan cuitan tanggapan atas berita itu.

“Pak Fadel Muhammad, mending fokus aja pak bayar hutang BLBI ke negara Rp 136 milyar. Kalo hutang sudah dibayar, baru boleh marah2 ke bu Sri Mulyani,” tulis Denny Siregar di akun pribadi dengan 1,1 juta follower itu, Rabu (1/12/2021).

Gara-gara postingan Denny, netizen menjadi semakin penasaran kepengen tahu ada apa di balik kemarahan Fadel Muhammad itu. Sebab hubungan pemerintah dengan DPR/MPR dan DPD selama ini tergolong sejuk-sejuk saja.

Fadel Muhammad saat diwawancarai Wartawan media online di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (30/11/2021), dengan gamblang menjelaskan alasannya dia ingin Presiden memecat Sri Mulyani. Salah satu alasannya karena anggaran MPR dipotong Sri Mulyani.

Pemotongan anggaran itu dinilai tidak adil oleh Fadel, terlebih jumlah pimpinan MPR sudah mengalami perubahan dari empat menjadi 10 orang di periode ini.

“Kami di MPR ini kan pimpinannya 10 orang, dulu cuma empat orang, kemudian 10 orang. Anggaran di MPR ini malah turun, turun terus,” ucap Fadel.

Narasi kekecewaan lain dari Fadel, menyebut Sri Mulyani ingkar janji soal jumlah pelaksanaan kegiatan Empat Pilar. Kemudian Sri Mulyani secara mendadak membatalkan kehadirannya dalam rapat dengan MPR.

“Pimpinan MPR rapat dengan Menkeu, kita undang dia, sudah atur waktu semuanya, tiba-tiba dia batalin dua hari kemudian, atur lagi, dia batalin,” ucap Fadel.

Denny Siregar, tidak kalah seru. Dia memposting lagi sebuah berita tentang tokoh-tokoh yang dikejar Sri Mulyani karena utangnya di BLBI. Kemudian Denny mencuit lagi di atas postingan berita;

“Banyak yang marah ke bu Sri Mulyani, juga marah ke Jokowi krn utang2nya ditagih.. Indonesia banget. Yang hutang lebih galak dr yang ngutangin..,” tulis Denny.

Ditelusuri dari berita yang dishare Denny Siregar terungkap, memang ada nama Fadel Muhammad dalam listing 21 orang pengutang BLBI. Nama Fadel Muhammad terdapat di nomor urut 12 dengan total jumlah utang yang wajib dibayarkan sebesar Rp136,4 Miliar.

Berita penagihan kepada para obligor itu sedang ramai-ramainya dilaksanakan pemerintah. Bahkan pemerintah sudah menyita aset Tommy soeharto yang juga menjadi penunggak utang BLBI.

Berikut daftar obligor yang masih punya tunggakan BLBI:

1. Setiawan Harjono dan Hendarawan Harjono Bank Aspac 3.579 Miliar
2. Hindarto Tantular/Anton Tantular Ban Central Dagang 1.470,1 Miliar
3. Sjamsul Nursalim Bank Dewa Rutji 470,6 Miliar
4. Kharudin Ongko Bank Arya Panduartha 359,4 Miliar
5. Sujanto Gondokusumo Bank Dharmala 822,2 Miliar
6. Kwang Benny Ahadi Bank Orient 143,3 Miliar
7. Baringin Marulam Hasiholan Panggabean & Joseph Januardy Bank Manura 170,1 Miliar
8. Trijono Gondokusumo Bank Putra Suraya Perkasa 4.893 Miliar
9. Santoso Sumali Bank Metropolitan 70,4 Miliar
10. Santoso Sumali Bank Bahari 406,4 Miliar
11. IM Sudiarta dan IGD Darmawan Bank Aken 509,9 Miliar
12. Fadel Muhammad Bank Intan 136,4 Miliar
13. Hengky Wijaya Bank Tata Internasional 596,7 Miliar
14. David Nusa Wijaya/Trunojoyo Nusa Bank Servitia 4.308,7 Miliar
15. Agus Anwar Bank Pelita Istimarat 577,8 Miliar
16. Atang Latief Bank Indonesia Raya 155,7 Miliar
17. Marimutu Sinivasan Bank Putra Multikarsa 790,5 Miliar
18. Ulung Bursa Bank Lautan Berlian 424,6 Miliar
19. Lidia Muchtar Bank Tamara 188,4 Miliar
20. Samadikun Hartono Bank Modern 2.525,6 Miliar
21. Kaharudin Ongko Bank Umum Nasional 7.828,2 Miliar

Jumlah Rp30.428,8 Miliar
Sumber: Kementerian Keuangan

Wartawan: Charle

No More Posts Available.

No more pages to load.