Monev PPKM Balikpapan Skala Mikro, Optimis Menuju Zona Hijau

oleh -328 views
Monitoring dan Evaluasi PPKM Skala Mikro di RT 51 Gunung Samarinda, Balikpapan Utara.

BERITAKALTIM.CO- Pasca penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro, Wali Kota dan Satgas COVID-19 Balikpapan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) di sejumlah RT. Ada tiga RT yang menjadi tujuan monev pada hari ini, yakni RT 24 dan RT 25 Kelurahan Graha Indah, dan RT 51 Kelurahan Gunung Samarinda, Balikpapan Utara, Rabu (24/2/2021).

Seperti yang terjadi di RT 51  Gunung Samarinda, Kecamatan Balikpapan Utara. Penerapan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro di lingkungan pemukiman warga sudah dilakukan sejak awal pandemi, secara gotong royong mereka mendirikan posko sebelum diberlakukan PPKM mikro

Posko Satgas covid-19 di RT 51  berada dalam zona kuning didirikan oleh swasembada mandiri yang digerakkan Satgas covid-19 RT 51 mulai dari sigap dalam penyemprotan desifektan dan mengunakan sebagian dana kas RT untuk penanganan satgas covid-19.

Ketua Satgas Covid-19 yang juga Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan dari dua kelurahan yang dikunjungi hari ini, tidak berbeda dengan kelurahan sebelumnya sangat baik. Apalagi mereka sudah memahami betul apa itu PPKM Mikro.

“Bahkan mereka membantu warga yang terkonfirmasi positif, mulai dari konsumsi logistik, dan sudah ada tempat rumah isolasinya,” ujar Rizal di depan awak media usai monitoring.

Selain itu, lingkungan tersebut juga memperketat pengawasan dengan memperlihatkan hasil rapid antigen untuk warga baru maupun yang menginap di wilayahnya.

“Saya kira ini sudah mencerminkan bahwa PPKM Mikro berjalan sangat baik, masyarakat dan RT antusia bergerak. Ini yang membuat kami optimis untuk menekan angka terkonfirmasi positif,” tegasnya.

Sementara itu Ketua RT 51 Gunung Samarinda sekaligus LPM Gunung Samarinda,  Halili Adi Negara mengatakan, sangat senang menerima kunjungan Satgas Covid-19 di RT 51 kelurahan Gunung Samarinda.

Dijelaskannya, satgas di wilayahnya sangat aktif memerangi covid-19 mulai dari penyemprotan disinfektan, dan melakukan pengawasan di 8 titik di lingkup RTnya.

“Satgas kita ini tidak ada henti-hentinya melakukan penyemprotan disinfektan, dan portal-portal di 8 titik kami tutup di pukul 20.30 wita dengan dijaga oleh wakar siang dan malam,” jelasnya ketika ditemui awak media.

Halili menyampaikan, sampai saat ini covid-19 di RT 51 sudah mulai melandai dan hanya tersisa 1 orang yang sedang melakukan isolasi mandiri dirumahnya dan terdapat 1 pasien meninggal dunia.

“Untuk jumlah pasien covid di RT 51 berjumlah 12 pasien, namun sekarang tersisa 1 pasien. Maka RT 51 sudah masuk kategori zona kuning,” urainya.

Terkait rumah isolasi di wilayahnya , Ia katakan tidak ada, karena warga tidak ada yang mengijinkan rumahnya untuk dijadikan rumah isolasi mandiri.

Ditanya terkait masalah anggaran untuk satgas RT 51, Ia menjelaskan bahwa anggaran tersebut hanya bersumber dari pribadi dan lembaga LPM nya. Dan mengunakan sebagian dana kas RT untuk penanganan satgas covid-19.

“Sampai saat ini tidak ada bantuan dari pihak manapun, baik dari pemerintah atau mana-mana, semua dilakukan oleh pribadi dan kelembagaan LPM saja,” ucapnya.

“Semoga covid segera cepat berlalu, menghilang dan semua warga di RT 51 diberikan kesehatan, agar bisa beraktifitas kembali seperti biasanya,” pungkasnya. #

Wartawan: Thina