Pandangan Fraksi Pada Raperda APBD 2021 Minta Wali Kota Seriusi Target RPJMD

oleh -742 views
Rapat Paripurna DPRD Balikpapan Secara Virtual dI Ruang gabungan rapat DPRD Kota Balikpapan.

BERITAKALTIM.CO- DPRD Kota Balikpapan menggelar rapat paripurna secara virtual terkait penyampaian pemandangan umum fraksi terhadap nota penjelasan Wali Kota tentang rancangan peraturan daerah anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun 2021.

Rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan Subari di ruang rapat gabungan DPRD Kota Balikapan Jalan Jenderal Sudirman Balikpapan Kota, Rabu (18/11).

Enam fraksi DPRD Balikpapan melalui juru bicaranya menyampaikan pandangan fraksi yakni Nelly Turuallo (fraksi Golkar), Budiono (fraksi PDIP include PKB), Siswanto Budi Utomo (fraksi Gerindra), Sandy Ardian (fraksi PKS), Ali Munsjir Halim (fraksi Demokrat), dan Nurhadi Saputra (fraksi Gabungan Nasdem, PPP, Hanura dan Perindo).

“Beberapa point yang dibahas pada rapat meliputi RPJMD terakhir wali kota Balikpapan saat ini, terkait infrastruktur dan UMKM,” ungkap Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan Subari, di ruang kerjanya.

Subari mengatakan, titik fokus semua fraksi mengharuskan Wali Kota Balikpapan serius dalam mencapai target dalam RPJMD.

Penyampain pandangan fraksi, secara umum masih banyak PR (Pekerjaan Rumah) yang belum diselesaikan, salah satunya adalah penanganan banjir.

Selain itu APBD 2021 ada penurunan DBH ( Dana Bagi Hasil) dari pusat yang cukup signifikan yaitu sekitar Rp257 miliar, dan dari provinsi Rp15 miliar.

“Itu menjadi penekanan  penyampaian fraksi-fraksi, Wali kota harus serius ini,” ucapnya.

Diharapkan Wali kota harus serius menangani hal ini, apalagi tahun ini adalah tahun terakhir bagi Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menjabat. Lewat rapat ini, fraksi menekankan point-point tersebut agar segera ditangani.

Langkah yang akan dilakukan dalam menangani permasalahan ini adalah dengan meningkatkan anggaran PAD yang awalnya Rp.650 milyar menjadi Rp.715 milyar.

Menurutnya, potensi peningkatan PAD tetap ada dan bisa dikelola. Tetapi yang terpenting OPD terkait harus serius dan punya inovasi-inovasi agar bisa meningkatkan PAD.

Di samping itu anggaran per OPD akan diturunkan sebanyak 5 sampai 10 persen. Dan hal ini tidak mengurangi kinerja yang ada dalam penyelesaian anggaran OPD.

“Estimasi APBD 2021 jadi 1,9 triliun rupiah dari yang sudah disepakati kemarin 2,1 triliun,” paparnya.

Ia menjelaskan, adanya recovery ekonomi di Kota Balikpapan sudah terlihat pencapaian PAD dibulan April-Mei dari pendapatan pajak dan restribusi daerah dan nantinya target PAD bisa tercapai diangka tersebut. #

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.