Pedagang Korban Kebakaran “Jamaker” Teriaki Aparat Pemda

oleh -1.660 views

eks Liem Hie Jung karena tidak ditampugn di pasar sementara milik pemerintah daeraNUNUKAN, BERITAKALTIM.com- Pegawai Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara diteriaki  pedagang korban kebakaran pasar Jamaker yang membuka lapak di Eks pasar Liem Hie Jung.

Kejadiannya Sabtu Siang (24/01/2015), ketika pegawai Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Nunukan membagikan selebaran terkait imbauan bagi pedagang korban kebakaran pasar Jamaker untuk pindah ke pasar sementara di Lapangan Bola Tanah Merah.

Para pedagang meminta pegawai Disperindag untuk pergi dari pasar Jamaker. “Sudahlah ibu, jangan membuat resah pedagang di sini. Kami ini korban kebakaran pasar Jamaker. Kami hanya ingin mencari makan. Kalau disuruh pindah di sana siapa yang bertanggung jawab mau menampung kami,” ujar salah satu pedagang, Sabtu (24/01/2015).

Pasca kebakaran besar Pasar Jamaker, pemerintah daerah meminta pedagang berjualan di pasar sementara di Lapangan Bola Tanah Merah. Lokasinya kurang lebih 200 meter dari eks pasar Jamaker. Namun sayang, hanya pedagang ikan dan sayur yang ditampung di pasar sementara tersebut. Itupun dengan konsekuensi pedagang membayar Rp2.050.000 sebagai ongkos ganti pembuatan los pasar.

Pengelolaan pasar juga dipertanyakan oleh para pedagang karena dikelola oleh Persatuan Pedagang Pasar Ikan, bukan pemerintah daerah.  Sejak difungsikan, pasar yang menampung lebih dari 200 pedagang tersebut dikeluhkan pedagang. “Bagaimana pedagang mau pindah. Di sana sepi. Lagi pula kita disuruh bayar 2.050.000. Saya sudah bayar tapi bagaimana buat jualan sepi. Saya akhirnya jualan di pasar eks Liem hie Jung sini,” ujar salah satu pedagang sayur.

Salah satu pedagang sayur korban kebakaran Pasar Jamaker, Siti Hawa, bahkan mengaku kecewa dengan pengelola pasar sementara karena sebagai pedagang korban kebakaran malah tidak mendapat tempat jualan. “Kami yang pedagang korban kebakaran malah tidak mendapat tempat, sementara pedagang lain yang bukan korban kebakaran malah diberi tempat asalkan membayar 2 juta. Kami dapat duit dari mana dua juta. Makanpun kami susah,” ujar Siti  Hawa.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Nunukan, Manyala, dan beberapa stafnya yang akan membagikan selebaran penggusuran akhirnya  meninggalkan pasar sementara Liem Hie Jung setelah perwakilan pedagang korban kebakaran Pasar Jamaker memastikan akan adanya pertemuan antara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dengan perwakilan korban kebakaran.

“Kami hari senin ada pertemuan dengan dewn soal bagaimana nasib korban kebakaran pasar Jamaker ya bu. Jadi tolong jangan resahkan warga korban kebakaran dengan isu penggusuran. Kasihan mereka. Mereka hanya mau cari makan,” ujar salah satu pedagang.

Disperindag mengancam akan menggusur pedagang korban kebakaran Pasar Jamaker. Korban kebakaran mengaku menjual di pasar sementara eks Liem Hie Jung karena tidak ditampung di pasar sementara milik pemerintah daerah. #adhima soekotjo