Pelaksanaan Anggaran 2020 Dibahas Komisi III DPRD dengan Pemkot

oleh -241 views
RDP komisi III bersama Bagian Pembangunan Sekda Kota Balikpapan diruang komisi III DPRD Balikpapan.

BERITAKALTIM.CO- Rapat Dengar Pendapat (RDP) KomisI III DPRD Balikpapan berlangsung dengan mitra kerjanya Bagian Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Balikpapan. Dibahas hal terkait monitoring pelaksanaan anggaran tahun 2020.

RDP dipimpin Sekretaris Komisi III DPRD Balikpapan Ali Munsjir Halim didampingi oleh Nelly Turuallo, Taufiq Qul Rahman, Amin Hidayat, Fadilah, Danang Eko Susanto serta Kabag Pembangunan Freddy Nelwan dan dua stafnya.

Sekertaris Komisi III Ali Munsjir menjelaskan, RDP untuk mempertanyakan evaluasi dan monitor pembangunan 2020 yang dilakukan bagian pembangunan.

Disampaikannya, jika sebelumnya Bagian Pembangunan menggunakan Sistem Monitoring dan Evaluasi Pengawasan Realisasi Anggaran (Simontepra) untuk monitoring yang dilakukan kepada seluruh OPD.

Tahun ini Bagian Pembangunan menggunakan sistem baru yaitu Siperangko atau Sistem Informasi Pelaporan Realisasi Anggaran Kota untuk mempermudah monitoring pekerjaan fisik maupun non fisik, karena sekarang fungsi evaluasi sudah ada di Bappeda Litbang.

“Mereka hanya monitoring saja, sekarang fungsi evaluasi di Bappeda Litbang,” jelasnya seusai RDP dengan bagian Setda Pemerintah Balikpapan di ruang Komisi III, Senin (25/1/2021).

Dijelaskannya, untuk penyampaiannya diperoleh hasil monitor pencapaian pembangunan 2020 cukup bagus dengan pengeluaran pembiayaan mencapai 99,91 persen dan penerimaan pembiayaan mencapai 100 persen sesuai laporan Bappedalitbang.

“Artinya cukup bagus untuk pengeluaran pembiayaannya, kurang 0,9 persen saja pencapaiannya,” katanya.

Ali memaparkan, masa pandemi covid-19 juga mempengaruhi pengeluaran pembiayaan barang dan jasa yang hanya terealisasi sebesar 69,77 persen. Seperti makan minum (mamin), termasuk juga biaya perjalanan dinas. Adanya anggaran yang tidak terpakai akhirnya menjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa).

“Sekarang rapat dilakukan dengan virtual sehingga tidak mengeluarakan biaya banyak , begitu juga perjalanan dinas banyak yang tidak dipakai dimasa pandemi, jadi silpanya positif,” ucap Ali ketika ditemui awak media Beritakaltim.co.

Menurutnya, laporan serapan anggaran tahun 2020 Bagian Pembangunan Kota secara keselurahan cukup bagus, meski penyelesaian belum mencapai maksimal dikarenakan sistem input tergantung OPD, Bagian Pembangunan hanya berfungsi sebagai administratif.

Sementara itu, Kabag Pembangunan Sekdakot Balikpapan Freddy Oktavianus Nelwan mengatakan, RDP dengan Komisi III ini pihaknya telah menjelaskan secara detail progres pelaksanaan APBD 2020 dan rencana APBD 2021.

“Kami telah jelaskan detail, mudahan bida diterima dan kerjasama semakin baik kedepannya,” ujar Freddy seusai RDP dengan Komisi III.

Terkait penyerapan keuangan bagian pembangunan ditahun 2020, dia mengemukakan serapan anggaran telah mencapai sekitar 84 persen dan untuk penyerapan fisiknya sudah mencapai sekitar 90 persen.

Untuk penyerapan fisik belum semua anggaran dapat terserap, karena terkendala covid-19 banyak kegiatan non fisik tidak terlaksana seperti perjanan dinas, rapat , adanya WFH sehingga belanja barang dan jasa tidak terlaksana.

“Penyerapan fisik angkanya di atas 90 persen. Sisa tidak terlaksana banyak di non fisik dikarenakan faktor Covid-19,” urai Freddy.

Untuk belanja modal, dirinya menyebut hampir 100 persen terlaksana.

Ditanya terkait rencana pelaksanaan anggaran di 2021, dia sampaikan bagian pemerintah hanya berfungsi sebagai pengendalian dan monitoring, untuk sementara belum ada perubahan sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah dan DPRD. #

Wartawan: Thina