Pemeliharaan Jalan Harus Fokus

oleh -13 Dilihat

TANJUNG SELOR,BERITAKALTIM.com – Penjabat Gubernur Kaltara DR H Irianto Lambrie terus mendorong agar kebutuhan akan ketersediaan infrastruktur jalan benar-benar dapat terpenuhi di tahun 2015 ini. Hal ini sebagai alasan, untuk mengeliminir ketergantungan perekonomian masyarakat Kaltara yang tinggal di perbatasan terhadap negara tetangga, Malaysia.
“Tentu masyarakat perbatasan berharap di tahun 2015 jalan sudah bisa dibangun. Sebab usulan kita telah sampaikan dan mendapat respon positif dari Kementerian terkait,” sebutnya.
Pembangunan ruas jalan misalnya. Penjabat Gubernur Kaltara Irianto Lambrie telah menyampaikan usulan pembangunan jalan di dari ibukota empat kabupaten hingga perbatasan Siemanggaris-Malaysia kepada Kementerian Pekerjaan Umum. Di samping itu, Pemprov pun mengusulkan pembentukan Unit Pemeliharaan Rutin (UPR) di wilayah Kaltara agat dapat melakukan pemeliharaan terhadap ruas-ruas jalan nasional yang ada.
Penyampaian Pemprov selanjutnya adalah usulan pembentukan Balai Besar Pelaksana Jalan di masing-masing provinsi khususnya pembentukan balai baru di Kalimatan yang membawahi Provinsi Kaltim dan Kaltara, yang bertempat di Kota Balikpapan dan atau Kota Tarakan. Tujuannya, untuk memudahkan koordinasi dan pelaksanaan program jalan nasional.
Bahkan, dalam rangka efisiensi waktu pengerjaan dan target program kerja agar sesuai rencana, diharapkan pemerintah pusat dapat menyetujui proses pekerjaan khususnya pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur khususnya jalan dan jembatan agar bisa dilaksanakan dengan sistem kontrak tahun jamak atau multiyears tanpa perlu dilakukan sistem parsial.
Dengan sistem partial, menyebabkan waktu pengerjaan menjadi mundur dan pada akhirnya yang dirugikan masyarakat karena tidak bisa segera menikmati hasil pembangunan. Sebab pekerjaan yang belum tuntas mendekati akhir tahun harus dihentikan dan diawal tahun berikutnya harus dilaksanakan lelang ulang. Ada jeda waktu yang justru akan berdampak buruk terhadap pekerjaan yang telah berjalan.
“Pada akhirnya tidak sedikit ruas jalan yang sedang proses pengerjaan harus dihentikan karena memasuki akhir tahun. Karena belum tuntas dan padat akhirnya tidak sedikit jalan yang rusak kembali dan jelas yang dirugikan masyarakat karena tidak bisa segera menikmati hasil pembangunan,” tandasnya.
Sebelumnya Irianto Lambrie mengungkapkan, selain fokus pada penanganan pembangunan jalan dan jaringan di wilayah yang menghubungkan antar kabupaten dan kota hingga ke perbatasan, fokus utama Pemprov Kaltara adalah pembangunan ruas jalan perkotaan. (Humasprov)

No More Posts Available.

No more pages to load.