Pemkot Balikpapan Ingin Pertahankan Kota Sehat Era Adaptasi Kebiasaan Baru

oleh -1.240 views
Pemerintah Kota Balikpapan melaunching pengembangan kota sehat dalam era adaptasi kebiasaan baru (Pentas Akbar) di Auditorium kantor Pemerintah Kota Balikpapan.

BERITAKALTIM.CO- Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melaunching pengembangan kota sehat dalam era adaptasi kebiasaan baru (Pentas Akbar), yakni inovasi merespon masalah dalam bidang kesehatan di Auditorium kantor Pemerintah Kota Balikpapan, Jumat (23/10/2020).

“Kita melaunching satu project inovasi Pemerintah Kota Balikpapan khususnya untuk pembangunan bidang kesehatan yang disebut Pentas Akbar,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Andi Sri Juliarty.

Andi Sri Juliarty mengatakan Launching Pentas Akbar merupakan bagian dari upaya tetap menjaga kota sehat sehingga tidak hanya fokus mengatasi covid-19, tapi juga penyakit lain yang masuk indikator kota sehat.

“Pemerintah Kota melakukan upaya Pentas Akbar untuk menjaga indikator-indikator Kota Sehat lainnya,” ujarnya.

Dr Dio panggilan akrab Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan mengemukakan, ada 10 indikator Kota sehat mulai dari penataan kawasan pemukiman dan sarana prasarana diantaranya pasar yang bersih, kawasan pariwisata yang sehat maupun pelayanan transportasi sebagai bagian dari upaya mempertahankan kota sehat dalam pandemi covid-19.

“Kota sehat ini ada 10 indikator yang harus kita jaga yaitu mulai dari tatanan pemukiman, kemudian sarana prasarana pasar, pendidikan sampai ke pariwisata, transportasi publik,” urainya.

Ia menjelaskan aplikasi itu nantinya ada fitur yang bisa diakses langsung masyarakat maupun instansi terakit. Namun khusus instansi terkait menggunakan pasword khusus.

“Aplikasi ini android nantinya kita masing-masing bisa mencoba menggunakannya fitur didalamnya ada dua, satu untuk masyarakat umum, satu yang bersifat tertutup untuk mitra (intansi), untuk mitra menggunakan pasword khusus,” ujarnya.

Khusus untuk fitur yang bisa diakses masyarakat yakni menyangkut pelayanan kesehatan, diantaranya rapid test maupun swab test PCR. Termasuk fasilitas yang bisa dikunjungi karena telah menerapkan protokol kesehatan.

“Untuk umum itu nanti bisa melihat seluruh sarana kesehatan di Kota Balikpapan termasuk bisa mendapatkan layanan PCR, rapid test, sedangkan untuk hotel, restauran yang sudah tersertifikasi, ada komitmen menjalankan protokol kesehatan jadi masyarakat kalau mau memilih, saya kemana yang memenuhi protokol covid-19,” katanya.

Bagi fitur yang khusus hanya bisa diakses instansi terkait untuk mengetahui perkembangan kasus penyakit diwilayah masing-masing. Misalnya lurah mengetahui, warga yang terinveksi kasus covid-19 ataupun demam berdarah (DBD)

“Yang bersifat tertutup untuk mitraan, misalnya untuk sarana komunikasi Camat dan Lurah bisa langsung melihat pasien-pasien covid-19 yang ada di daerahnya, termasuk kasus demam berdarah, kasus TBC, HIV/Aids, tapi itu yang bersifat harus pakai pasword,” jelasnya

Dengan melalui aplikasi ini, ia menyebutkan camat maupun lurah bisa langsung mengakses dan mengetahui jumlah kasus penyakit diwilayahnya masing-masing. Karena data kasus akan di upadte setiap hari.

“Ini salah satu cara untuk mengkomunikasikan data secara cepat, karena dalam pandemi ini kita kan sulit untuk berkumpul dan sebagainya agar bisa melihat disitu. Supaya kami cepat mentransfer data,” ujarnya

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menilai pengembangan kota sehat memang seperti sempat terabaikan semenjak pandemi Covid-19 melanda berbagai daerah di Indonesia termasuk Balikpapan. Padahal program ini termasuk bagian penyebaran perilaku hidup sehat bagi warga kota dengan target bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kota sehatnya mudah-mudahan tidak terabaikan. Karena kota sehat itu juga bagus. Karena itu salah satu cara kita terhindar dari Covid-19,” ujarnya kepada wartawan usai acara.

Rizal menjelaskan rencananya protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 akan dimasukkan dalam komponen indikator kota sehat. Sehingga indikator kota sehat tidak hanya berkaitan dengan kebersihan dan kesehatan. Tetapi semua sektor yang ada di Balikpapan seperti tempat usaha, pendidikan, lingkungan perumahan hingga pariwisata akan diarahkan mengikuti indikator kota sehat sesuai protokol Covid-19.

“Kami juga memberikan penghargaan kepada CV Nikmat Catering, Banjar Sari Catering, KFC MT Haryono, Aerofood Indonesia Balikpapan, Rumah Makan Salak Kilo dan Resto Grand Tjokro yang sudah menerapkan protokol kesehatan di tempat usahanya,” lanjutnya.

Selain launching “Pesta Akbar”, Wali Kota juga melantik pengurus Forum Kota Sehat periode 2020-2022 yang menempatkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Suryanto, sebagai Ketuanya. Bahkan dalam kesempatan yang sama, Wali Kota juga meresmikan program penciptaan tertib sosial berbasis kemitraan (Petisi Bermitra) dan pengukuhan forum petisi bermitra di halaman kantor Walikota Balikpapan. #

Wartawan: Thina

No More Posts Available.

No more pages to load.