Pemprov Buat Dapur Umum di Pengungsian

oleh -857 views

TANJUNG SELOR,BERITAKALTIM.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara bergerak cepat melakukan penanggulangan korban banjir di Bulungan. Tak hanya mengirim personel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mengevakuasi warga di lokasi-lokasi dengan ketinggian air cukup parah.
Penjabat Gubernur Dr H Irianto Lambrie pun tak ketinggalan meninjau ke sejumlah lokasi di Kecamatan Tanjung Selor. Kemarin (11/2) pagi, Irianto yang didampingi istri, Hj Rita Ratina, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Badrun dan sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), meninjau ke lokasi pengungsian di Gedung Wanita.
Sebanyak 100 nasi bungkus diberikan kepada pengungsi di Gedung Wanita dalam kunjungannya itu. Nasi bungkus diberikan, menurutnya, merupakan inisiatif ibu-ibu PKK yang tidak menjadi korban banjir.
“Mereka membantu memasak di rumah jabatan (gubernur). Karena logistik terbatas, yang bisa seratus bungkus aja tadi pagi (kemarin pagi). Kita prioritaskan untuk anak-anak,” ungkapnya ketika ditemui di sela-sela kunjungan.
Siangnya, pengungsi di Gedung Wanita pun kembali mendapatkan nasi bungkus. “Saya juga perintahkan Karo (Kepala Biro) Umum untuk siapkan air minum. Kami juga upayakan menyediakan air bersih untuk mandi,” tambahnya.
Irianto juga mengatakan, mulai kemarin Pemprov Kaltara membuat dapur umum di sejumlah tempat pengungsian, yakni di Gedung Wanita, Perpustakaan Daerah Bulungan, dan di sekretariat Palang Merah Indonesia (PMI) Bulungan.
“Saya juga minta Dinas Kesehatan untuk memberikan obat-obatan, terutama obat untuk penyakit yang rentan diderita warga seperti ISPA, flu, dan makanan tambahan untuk bayi serta ibu hamil,” ujarnya.
Pasalnya, dirinya melihat di lokasi penampungan banyak bayi dan ibu hamil. Sehingga perlu diberikan makanan tambahan agar kesehatan bayi dan ibu hamil tetap terjaga. “Juga ada disiapkan dokter dari kabupaten yang siap melayani 24 jam,” imbuhnya.
Dirinya juga meminta BPBD provinsi segera mengeluarkan bantuan logistik seperti beras, gula dan mi instan. Demikian pula dengan Biro Sosial diharapkan segera menyiapkan logistik untuk korban banjir.
Sementara itu, untuk dana tanggap darurat dari provinsi, Irianto menyampaikan, pasti diberikan melalui pos anggaran tak terduga setelah dirinya menerima surat keputusan dari Bupati Bulungan Budiman Arifin yang menetapkan status tanggap darurat.
“Untuk mengeluarkan dana itu harus ada surat pernyataan darurat atau bencana dari bupati. Itu sudah kami lakukan seperti bencana kebakaran di Nunukan yang dibantu Rp 400 juta,” terangnya.
Kemarin, ia juga mengaku telah menelepon Bupati Malinau Yansen TP. Karena informasi yang diperolehnya, di Malinau pun mengalami banjir. “Hanya saja tidak separah di sini (Bulungan). Tapi, saya minta untuk tetap melakukan koordinasi melakukan langkah-langkah cepat dalam penanggulangan bencana banjir. Dan yang paling penting adalah berinisiatif,” tandasnya. (Humasprov)

No More Posts Available.

No more pages to load.