Pemprov Usul Suntik Modal Baru Bankaltimtara Rp300 M, DPRD Kaget

oleh -301 views
Anggota DPRD Kaltim Baharuddin Demmu dan Veridiana Huraq Wang.

BERITAKALTIM.CO- Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2020 mulai memasuki masa ‘adu argumentasi’ yang alot. Pasalnya, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kaltim belum menemukan titik temu terkait beberapa item di postur APBD-P.

Salah satu anggota Banggar dari fraksi PAN, Baharuddin Demmu mengungkapkan, salah satu item yang belum ada titik temu pembahasan antara Banggar dan pemerintah yakni penyertaan tambahan modal di Bank Kaltimtara senilai Rp300 Milyar.

“Kami tidak setuju, nanti hasil dari pertemuan di Komisi II itu yang kami lihat dan kami betul-betul cermati adalah tujuan dari Rp300 Milyar itu apa,” ungkap Baharuddin Demmu saat ditemui usai rapat di lantai 1 gedung D, Rabu (12/8/2020).

Walaupun ada Peraturan Daerah atau regulasi yang memperbolehkan pemerintah untuk melakukan penambahan modal pada BUMD, namun menurut Demmu, saat ini pihaknya belum menemukan alasan untuk menyetujui usulan tersebut.

“Mencuat juga di dalam bahwa Perda itu mengharuskan kita untuk penyertaan. Tapi yang kami kritisi adalah ini untuk apa tujuannya. Saya selaku komisi II menjadi kaget, kita kan sering bertemu dengan bank kaltim, berapa kali bertemu Jamkrida, mengusulkan yang itu kan tidak pernah.  Tapi kok tiba-tiba ada. Inilah yang kami sikapi. Nah inilah yang kami sikapin untuk bersepakat dengan teman-teman, ya kita harus tunda dulu. Inilah yang membuat besok KUPA PPS kita tunda, kemungkinan tanggal 20 itupun kalau masih terjadi perdebatan yang kami anggap krusial ya pasti mundur lagi,” pungkasnya.

Sebelumnya Ketua Komisi II, Veridiana Huraq Wang pun mempersoalkan rencana pemerintah untuk menambah modal Rp 300 Milyar tersebut ke Bank Kaltimtara.

“Jadi dirapat banggar yang kami bahas, yakni ada usulan yang mengemuka dari pemerintah provinsi kaltim.  Meminta penambahan modal untuk bank kaltim sebanyak Rp 300 milyar, memang secara hukum ada kewajiban pemerintah dalam hal ini, namun keadaan APBD Kaltim untuk saat ini belum memungkinan. Sehingga kami akan membahas di banggar kemudian di komisi. Apakah memungkinkan penambahan modal dilakukan pada APBD-P ini dan urgentsinya seperti apa? Kalau tidak kita akan mempertimbangkan pada APBD Murni nanti,” urai Veridiana pada beritakaltim.co, Rabu  (11/8/2020).

Berdasarkan informasi yang diterima Wartawan beritakaltim, item yang dimaksud dalam penambahan modal pada Bank Kaltimtara masuk pada item pengeluaran daerah yakni pengeluaran pembiayaan untuk penyertaan modal sebesar Rp300.000.000.000.

Namun pada item tersebut tidak tertulis secara gamblang akan tertuju pada penambahan penyertaan modal pada Bank Kaltimtara. #

Wartawan: Heriman