Pengusaha Tambang Liar di Sebulu Modern “Diangkut” Bareskrim Polri ke Jakarta

oleh -7.324 views
Lokasi penambangan liar dan alat-alat berat yang dipasang police line oleh tim Bareskrim Mabes Polri Jakarta.

BERITAKALTIM.CO- Aksi penambangan batu bara liar di kawasan hutan sekitar Dusun Antai Desa Sebulu Modern, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim, dibongkar tim Polri dari Jakarta. Bahkan Polri telah menetapkan satu orang tersangka, yakni FF, seorang direktur perusahaan PT KIM.

Informasi penggerebekan aksi penambangan liar itu jadi perbincangan warga sekitar Sebulu. Terlihat ada police line di lokasi penambangan liar, bersama beberapa unit alat berat yang tidak boleh digerakkan sebagai barang bukti.

Belum ada penjelasan resmi dari Polri. Namun beritakaltim menerima fotokopian surat yang memanggil direktur perusahaan PT KIM menghadap penyidik. Awalnya, sang direktur berinitial FF dipanggil sebagai saksi.

Setelah dilakukan crosscek dan gelar perkara yang meminjam kantor Mapolres Kota Samarinda 28 September 2020 lalu, Tim Mabes Polri membawa FF yang diduga sebagai orang bertanggungjawab atas penambangan liar ke Jakarta. FF dibawa ke Bareskrim Polri Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

Dalam keterangan yang diperoleh beritakaltim, FF dibawa tanggal 30 September 2020 setelah dilengkapi dengan pemberitahuan kepada keluarga. Tuduhan kepada FF adalah melakukan kegiatan penambangan dalam kawasan hutan tanpa izin menteri.

Hal tersebut diatur dalam Pasal 89 ayat (1) huruf a dan b Jo Pasal 17 ayat (1) huruf a dan b Undang-undang Nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dan atau melakukan kegiatan penambangan tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam pasal 158 Jo Pasal 35 UU Nomor 3 tahun 2020 tentang perubahan terhadap undang-undang nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Sejauh ini beritakaltim masih mengupayakan konfirmasi kepada berbagai pihak. Camat Sebulu Kabupaten Kutai Kartanegara, Mochfizar, ketika dikonfirmasi beritakaltim, Senin (5/10/2020), mengakui mendengar adanya aksi penangkapan dan pemasangan police line di lokasi. Namun dia tidak tahu persis bagaimana detil maupun kronologisnya. Camat mengatakan rencananya ada rapat terkait masalah itu antara masyarakat dengan Kades Sebulu Modern Senin siang ini.

“Pak Kades yang berada di lapangan. Kontak beliau saja,” kata Mochfizar. #

Wartawan : Charle