Ini Kata Ketua DPRD Balikpapan Soal Penutupan Warkop Daeng 7

oleh -833 views
Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh saat melakukan penyegelan Warung Kopi ( Warkop) Daeng 7 di Jalan Sutoyo Gunung Malang, Klandasan Ilir, Balikpapan Kota.

BERITAKALTIM.CO- Sesuai instruksi Gubernur Kaltim Nomer 1 tahun 2021 tentang pengendalian, pencegahan dan penanganan wabah pandemi Covid 19 di Provinsi Kaltim, Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh bersama Walikota Rizal Effendi dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun langsung melakukan penyemprotan disinfektan di wilayah Perumahan Korpri, Balikpapan Selatan.

“Minimal memberikan contoh kepada masyarakat Balikpapan, dalam hal penyemprotan agar efektif dan warga harus bahu membahu mendukung antisipasi penyebaran covid-19,” ujar Ketua DPRD Kota Balikpapan Abdulloh, Minggu (7/2/2021).

Tak hanya itu rombongan Ketua DPRD Balikpapan dan Forkopimda juga melakukan penutupan permanen Warung Kopi Daeng 7 di Jalan Mayjen Sutoyo Gunung Malang, Klandasan Ilir, Balikpapan Kota yang dianggap menggangu ketertiban umum.

Abdulloh mengatakan, terkait penutupan Warung Kopi Daeng 7 disinyalir tidak mengantongi izin usaha dan keberadaannya menganggu ketertiban umum. Apalagi berdekatan dengan Rumah Sakit Umum Beriman.

“Musiknya mengganggu pasien di rumah sakit karena berdekatan, kalau di sini ada Warkop kan gak cocok, karena di sini ada RS jadi terganggu,” ucapnya seusai penutupan Warkop Daeng 7.

Ditambahkannya, seharusnya izin usahanya harus disesuaikan dengan peruntukkannya dan lingkungannya. “Mungkin diajukan ulang izinnya sesuai peruntukkanya dan ramah lingkungan, tidak dekat dengan Rumah Sakit,” paparnya.

Terkait evaluasi PPKM Jilid II dan pemberlakuan “Kaltim Steril” selama dua hari di akhir pekan, Abdulloh menjelaskan untuk evaluasi pemberlakuan Sabtu – Minggu ini belum dapat kita lihat plus minus pergerakannya Covid-19, menunggu laporan Dinas Kesehatan kota Balikpapan.

“Mudah mudahan adanya pemberlakuan sabtu minggu ini tidak ada pergerakan penyebaran covid-19 yang meningkat, Covid-19 menurun di Balikpapan, jadi ada efesiensinya,” harapnya.

Kemudian untuk PPKM Jilid II, dia menjelaskan, pastinya yang harus diperhatikan adalah masyarakat ekonomi menengah ke bawah yang terdampak PPKM jilid II, dan telah menjadi pembahasan Pemerintah Daerah.

“Mudah-mudahan ditemukan solusi oleh pemerintah daerah untuk masyarakat yabg terdampak,” pungkasnya. #

Wartawan: Thina