Penyelidikan Royalti Pengusaha Batu Bara Berlanjut, 1 Pengusaha Tersangka

oleh -3.140 views
Kepala Kejati Kaltim, Chaerul Amir dengan didampingi oleh Asisten Pidana Khusus Kejati dan Kasi Penyidikan.

SAMARINDA, beritakaltim.co- Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur masih melanjutkan penyelidikan terkait kurangnya pembayaran royalti oleh perusahaan batu bara serta adanya manipulasi kadar batu bara yang kerap dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggug jawab. Manipulasi kadar batu bara bertujuan mengurangi pembayaran kewajiban pengusaha kepada negara.

Kepala Kejati Kaltim, Chaerul Amir dengan didampingi oleh Asisten Pidana Khusus Kejati dan Kasi Penyidikan dalam press releasnya mengatakan, berkaitan dengan dibentuknya tim Satgas pengamanan usaha pertambangan dan kehutanan, walaupun di tengah-tengah wabah Covid 19, tim Satgas terus melakukan tugas-tugas pengamanan terhadap upaya ilegal yang dilakukan oleh oknum tambang dan hutan di Kalimantan Timur.

“Ada beberapa yang telah kita lakukan dari sekian banyak pemegang IUP untuk kita lakukan pengumpulan data di lapangan dan memang ditemukan indikasi-indikasi adanya penyimpangan terhadap izin yang diberikan kepada mereka-mereka pemegang IUP,” urainya.

Kasus yang diselidiki, yakni pemegang IUP yang tidak melakukan kewajiban-kewajibannya. Misalnya pembayaran royalti, pembayaran pajak atau kewajiban di dalam hal merehabitasi pasca tambang.

“Dari sekian yang sudah kita lakukan pengumpulan data, ada yang sudah ditingkatkan ke penyelidikan lebih intens lagi, dilakukan penyelidikan di tingkat pidana khusus yang dipimpin oleh Pidsus, sebagian besar lagi oleh tim intelijen, antara lain kemarin di kawasan tahura dekat bendungan samboja,” katanya.

Dugaan adanya konspirasi yang bermain dalam aktivitas tambang maupun hasil tambang tersebut, Kejaksaan Tinggi terus melakukan pengumpulan data dan bahan keterangan.

“Dan ada beberapa kontainer yang didalamnya sudah dalam bentuk karungan yang siap untuk dilakukan pengangkutan dan kita mengikuti sampai di pelabuhan Kariangau. Disana banyak tahapan-tahapan yang dilalui oleh mereka, baik yang ilegal maupun yang legal untuk sampai pada pengangkutan. Di situ juga kita lakukan pengumpulan data dan bahan keterangan yang semuanya mengindikasikan dugaan adanya konspirasi diantara mereka didalam melegalkan hasil tambang untuk kemudian dapat diangkut. Nanti kita akan lakukan penajaman setelah hari raya ini terhadap oknum-oknum yang ada diproses itu, bisa saja surveornya, bisa saja kemudian pihak KSOP dan lainya yang ada pada proses pengiriman,” tukasnya.

Namun dari beberapa kasus tersebut sudah ada satu oknum yang ditetapkan tersangka dalam kasus penyimpangan pembayaran royalti oleh CV. JAR.

“Itu melakukan penjualan batu bara yang mengakibatkan penerimaan negara tidak terbayarkan sebagaimana mestinya. Adapun yang ditetapkan tersangka untuk sementara baru satu, tapi ini nanti akan berkembang karena tidak mungkin satu orang, karena bisa juga terlibat selain swasta, tapi juga pihak-pihak penyelenggara juga.

Adapun tersangkanya yakni oknum yang berinisial H usia 50 tahun. Dia ini bukan pemilik perusahaan namun bekerja atas nama perusahaan,” tutupnya.

Kejati Kaltim akan sangkakan dengan pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 junto pasal 18 UU No 31 tahun 1999 sebagai mana telah dirubah dan ditambah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas perubahan UU No 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. #

Wartawan: Heriman