Perampok Toko Mama Anjas Bontang Ditembak Kedua Kakinya, Ternyata Bekas Karyawan

oleh -332 views
Tersangka pelau perampokan Toko Mama Anjas di Bontang bulan April 2021 lalu, berhasil dibekuk jajaran Satreskrim Polres Bontang. Pelaku, SK, ditembak kedua betisnya.

BERITAKALTIM.CO- Kasus perampokan Toko Mama Anjas di Jalan KS Tubun, Rawa Indah, Bontang, 19 April 2021 lalu berhasil dibongkar jajaran kepolisian. Pelaku ternyata adalah bekas karyawan toko itu.

Kerja keras jajaran Satreskrim Polres Bontang membuahkan hasil. Setelah hampir 6 bulan dicari-cari, pelaku perampokan toko Mama Anjas, berhasil dibekuk, Sabtu (9/10/2021). Pelaku berinitial SK, 52 tahun, diketahui pernah bekerja di toko yang dirampoknya tersebut.

Polisi sudah mencari-cari pelaku yang buron. Namun ternyata pelaku ada di Bontang. Satreskrim Polres Bontang membekuknya di kawasan lampu merah simpang Yabis Jalan Brigjen Katamso Bontang. Saat disergap pelaku berusaha melawan hingga akhirnya petugas kepolisian menghentikan langkahnya dengan menembak betis kakinya.

Peristiwa perampokan itu terjadi di bulan Ramadhan. Sore saat buka puasa, pemilik toko Mama Anjas yang menjual telur dan beras didatangi seorang pria yang berlagak seperti pembeli.

Pelaku kemudian menodongkan senjata tajam dan merampas uang toko hasil penjualan Sembako dan telur Rp15 juta. Uang tersebut diambil dari laci dan kemudian pelaku lari menggunakan sepeda motor.

Saat jumpa pers yang digelar Polres Bontang, Kapolres AKBP Hamam Wahyudi menjelaskan mengapa pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dihadirkan menggunakan kursi roda. Kedua betis tersangka, kata Kapolres, ditembak petugas karena saat ditangkap berusaha melakukan perlawanan.

“Pelaku pernah pekerja di toko Mama Anjas,” ujar Kapolres Botang AKBP Hamam Wahyudi kepada para Wartawan.

Atas perbuatan SK, tersangka diancam pasal 363, 365 dan 362 KUHP dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.

Pelaku perampokan yang dikatahui warga Marangkayu Kukar mengakui perbuatan perampokan itu. Dia juga mengakui pernah bekerja selama dua bulan di toko tersebut, sampai akhirnya memutuskan berhenti.

“Saya sakit hati dengan ucapannya yang kasar,” ucap SK beralasan mengapa dia melakukan aksi perampokan di bekas tempatnya kerja. #

Wartawan: le

No More Posts Available.

No more pages to load.