Pertamina EP Sangasanga Tangani Longsor Sekitar Sumur LSE-1110

oleh -598 views
Foto ilusrrasi.

BERITAKALTIM.CO- Pertamina EP Asset 5 Sangasanga Field (PEP Sangasanga) sigap menangani longsor yang terjadi di sekitar lokasi sumur LSE-1110 pada Kamis (14/1/2021).

Longsor terjadi sekitar pukul 16:00 WITA di sisi timur sekitar lokasi sumur LSE-1110. Akibat longsor, operasional sumur LSE-1110 dihentikan sementara waktu.

Sumur LSE-1110 di-shut in dan fasilitas sumur di permukaan tanah direlokasi. Tim PEP Sangasanga memasang safety line di sekitar area longsor dan menempatkan petugas keamanan; memastikan tidak ada warga yang mendekati area tersebut. Sumur LSE-1110 merupakan sumur gas aktif dengan produksi 0,575 juta standar kaki kubik per hari dan dimanfaatkan untuk bahan bakar genset PEP Sangasanga.

Longsor terjadi di area sekitar lokasi sumur LSE-1110 yang telah dilakukan pembebasan lahan. Namun, karena longsor mengarah mengarah ke pemukiman warga RT 23, Kelurahan Sangasanga Dalam, maka sebanyak 28 kepala keluarga (97 jiwa) yang menempati 16 rumah di sekitarnya diminta pindah ke rumah warga lainnya yang jauh dari lokasi longsor.

Proses penanganan longsor di sekitar lokasi sumur LSE-1110 dilakukan oleh PEP Sangasanga dengan berkoordinasi dengan Ketua RT setempat, Lurah Sangasanga Dalam, dan muspika Sangasanga. PEP Sangasanga juga turut menyediakan kebutuhan air bersih dan logistik, serta menyiagakan tim medis untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak.

Sebagai bentuk pencegahan terhadap potensi longsor lanjutan, tim PEP Sangasanga membuat jalur drainase baru agar air hujan tidak mengalir melalui arah longsor. Di samping itu, PEP Sangasanga mengurangi beban tanah di sisi atas dengan cara mengeruk dan memindahkan tanah menggunakan alat berat. Pembuatan tanggul juga dilakukan untuk mencegah masuknya limpasan air ke area longsor.

Kemudian pada area terdampak longsor dibuat terasering untuk meminimalkan potensi longsor susulan. Tim PEP Sangasanga secara paralel juga berkoordinasi dengan tim di Pertamina EP Asset 5 (PEP Asset 5) untuk menyusun rencana penanganan longsor secara permanen.

Hasil investigasi sementara yang dilakukan tim internal PEP Sangasanga menyimpulkan longsor terjadi karena tingginya curah hujan selama beberapa hari terakhir.  Menurut Siaran pers Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) La Nina Sedang Berkembang di Samudra Pasifik, Waspadai Dampaknya di Indonesia. #

Sumber: Humas Pertamina EP Sangasanga