Perut Buaya 8 Meter Dibedah dan Menemukan Jasad Bocah 8 Tahun

oleh -963 views
Saat prosesi pembedahan perut buaya di dekat lokasi kejadian bocah 8 tahun diterkam. Kejadian di Sungai Tempakul, Muara Bengalon, Kutai Timur.

BERITAKALTIM.CO- Korban bernama bernama Dimas, 8 tahun, ditemukan tidak bernyawa setelah tim SAR bersama pawang buaya dan warga sekitar menemukan seekor buaya dekat tempat kejadian di Sungai Tempakul, Muara Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Pawang bersama tim lebih dulu menaklukkan buaya dan kemudian membedah perutnya.

Diberitakan sebelumnya, Dimas saat sedang mandi bersama adiknya di tepi sungai terlihat diterkam buaya. Ayahnya bernama Subliansyah (37) yang berada di dekat tempat pemandian sempat melihat anaknya diseret buaya masuk ke dalam air, namun tidak mampu memberikan pertolongan. Peristiwanya Rabu (3/3/2021), sekitar pukul 09.00 Wita.

Kejadian yang dialami warga Jalan Sungai Kacong RT 02 RW 01 Sepaso Selatan, Kutai Timur itu kemudian dilaporkan kepada Tim SAR Pos Sangatta Kutai Timur. Setelah sehari semalam dicari, tim SAR Gabungan bersama warga dan pawang buaya berhasil menemukan seekor buaya yang panjangnya sekitar 8 meter di semak-semak dekat lokasi kejadian.

Atas temuan itu kemudian diputuskan untuk menaklukkan buaya untuk dibedah perutnya. Operasi pembedahan dilakukan untuk memastikan apakah buaya tersebut yang memakan bocah 8 tahun tersebut.

Dalam sebuah video terlihat bagaimana proses pembedahan perut buaya dilakukan dalam suasana yang dramatis. Setelah membalikkan buaya yang sudah ditaklukkan dan dievakuasi ke daratan, akhirnya perut buaya dibedah. Pawang dibantu warga perlu waktu sekitar 30 menit untuk akhirnya berhasil membedah. Setelah terbuka ditemukan jasad Dimas di dalam perut buaya.

Isak tangis orangtua korban tak terbendung saat melihat jasad anaknya ditarik sudah tak bernyawa dan ditempatkan di kantong mayat.

Koordinator Tim Rescue Pos SAR Sangatta, Bongga Losong, menjelaskan, lokasi penemuan buaya hanya sekitar 10 meter dari tempat kejadian perkara (TKP). Tim SAR Gabungan yang melakukan pencarian memang harus berhati-hati karena di kawasan sungai itu masih banyak buaya.

“Kami dibantu pawang untuk menaklukkan buaya,” ujarnya. #

Wartawan: Charle