Petani Milenial Bengkuring Kuatir Hujan Mengganggu Produksi Bawang

oleh -243 views
Petani milinial Bengkuring di areal pertanian mereka.

BERITAKALTIM.CO- Tingginya intesitas hujan yang melanda kota Samarinda satu bulan terakhir mengkhawatirkan bagi petani bawang.

Hal tersebut diungkapkan salah satu petani Bawang Merah, Buhari Hasan. Dia mengeluhkan akibat curah hujan harga bawang merah dipasaran menjadi tidak stabil.

“Dengan kondisi harga yang naik-turun. Kami berharap dari Dinas Ketahanan Pangan maupun yang terkait bisa menstabilkan harga,” ucapnya.

Pasalnya akibat tidak stabilnya harga bawang dipasaran. Sangat mempengaruhi pada pendapatan mereka belum lagi, disituasi pandemi Covid-19 tidak sedikit petani kesulitan memasarkan hasil pertaniannya.

“Kami berharap dari pemerintah bisa membantu terutama memback-up kami. Supaya kami ini bisa terus berproduksi,” tambahnya.

Saat ini, kelompok petani yang menamakan diri petani Milenial di Bengkuring, Samarinda Utara, sudah mengelola sekitar 500 meter persegi lahan.

Bahkan, kedepannya mereka berencana memperluas lahan untuk menanam bawang merah hingga satu hektare.

“Tidak menutup kemungkinan. Dengan kapasitas lahan yang luas bisa memaksimalkan hasil produksi, sehingga bisa mencukupi kebutuhan pasar terutama kebutuhan bawang merah,”. pungkasnya. #

Wartawan: Heriman