Pimpin Apel “Tatanan Normal Baru”, Bupati: Ingat Protokol Kesehatan !

oleh -103 views
Bupati Kutim H Ismunandar bertindak sebagai inspektur upacara pada apel penerapan Tatanan Normal Baru (New Normal) serta siaga kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kutim di Lapangan Helipad, Kawasan Perkantoran Pemkab Kutim. (Wak Hedir/Pro Kutim)

SANGATTA, beritakaltim.co– Apel penerapan Tatanan Normal Baru (New Normal) serta siaga kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), digelar bersamaan di Halaman tiga gedung utama, kawasan Pusat Perkantoran Pemkab Kutim, Rabu (24/6/2020).

Bupati Kutim H Ismunandar berdiri di podium utama bertindak selaku inspektur upacara. Apel itu turut dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), anggota DPRD Kutim, Sekretaris Kabupaten, para Asisten, Staf Ahli, Kepala Organisasi Perangkat Dearah (OPD), Camat dan Kepala Bagian di Sekretariat Pemkab Kutim. Dibarisan peserta upacara terlihat personel TNI-Polri, Petugas PMK, Satpol PP serta peserta lainnya.

Mengawali sambutanhya, Bupati H Ismunandar mengatakan, perkembangan situasi nasional saat ini, masyarakat harus menjaga produktivitas ditengah pandemic COVID-19. Dengan tatanan normal baru kehidupan disebut lazim disebut New Normal Life. Yaitu tatanan, kebiasaan dan perilaku baru kehidupan manusia. Berbasis pada adaptasi untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Sekarang satu-satunya cara yang kita lakukan bukan dengan menyerah tidak melakukan apapun. Melainkan harus menjaga produktivitas kita agar dalam situasi ini kita tetap produktif, namun aman dari COVID-19,” ucap orang nomor satu di Pemkab Kutim ini.

Ismu menegaskan, new normal life antara lain dilakukan dengan rutin mencuci tangan pakai sabun, pakai masker saat keluar rumah, jaga jarak aman dan menghindari kerumunan. Menurut Ismu, kebiasaan baru ini wajib menjadi kesadaran kolektif. Agar dapat berjalan dengan baik diseluruh lini kehidupan.

Sehubungan hal itu dia mengimbau kepada siapapun yang mengelola tempat umum, tempat kerja, sekolah dan ibadah harus memperhatikan aspek ini. Sebab, protokol kesehatan pencegahan COVID-19 ini bukan hanya berlaku pada bidang ekonomi. Tetapi juga pendidikan dan keagamaan serta bidang0 lainnya.

“Tentu bergantung pada aspek epidemiologi dari tiap daerah, sehingga penambahan kasus positif COVID-19 bisa ditekan,” tegasnya.

Saat ini, sambung Ismu, penularan COVID-19 masih terus terjadi. Artinya semua pihak harus betul-betul lebih disiplin untuk mematuhi seluruh anjuran pemerintah. Harus mengaktifkan kembali cara-cara hidup dengan kenormalan hidup yang baru.

“Oleh karena itu, saya ingatkan kembali rutin cuci tangan pakai sabun, gunakan masker bila keluar rumah,” tegas Ismu.

Pemkab Kutim juga terus mengupayakan rapid test massal secara bertahap. Antara lain dilingkungan pasar rakyat, instansi pemerintah dan pelayanan umum demi memutus rantai penularan COVID-19. Kedepan, rapid test akan terus ditambah lagi, agar deteksi awal dapat segera diketahui dan kemudian diambil langkah-langkah penanganan lanjutan.

“Selain itu, penyaluran bantuan sosial berupa sembako maupun Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Pemerintah telah dilaksanakan dengan baik,” kata Ismu yang mengenakan atasan putih dipadu dengan rompi.

Dalam kesempatan itu, Ismu juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak. TNI-POLRI, perusahaan-persusahaan serta seluruh elemen masyarakat yang telah aktif berpartisipasi dan juga memberikan bantuan. Berupa Rapid Test, APD, konsumsi/sembako dan berbagai keperluan Satgas COVID-19 Kutim. Termasuk bantuan secara langsung kepada masyarakat terdampak COVID-19. (hms15/hms3)