Pleno DPP KPNI: Musprovlub Illegal

oleh -2.162 views

khairudinSAMARINDA, BERITAKALTIM.com- Rapat pleno DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) akhirnya menetapkan Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) yang digelar 10 Januari 2015 lalu dengan menghasilkan Dayang Donna Walfiares Tania atau akrab disapa Donna Faroek illegal alias tidak sah. Pleno digelar, Kamis (22/1) malam di kantor DPP KNPI di Jakarta.
Atas putusan tersebut, maka Khairuddin atau akrab disapa Khoi tetap sebagai ketua DPD KNPI Kaltim yang sah dan mengemban jabatannya hingga berakhir periodenya nanti. Pleno DPP KNPI itu berpadangan, SK persetujuan DPP untuk digelarnya Musprovlub adalah sangat tak mendasar dikarenakan Khoi – sapaan Khairuddin – tak melakukan pelanggaran administrasi apapun yang bertentangan dengan AD/ART.
Wakil ketua DPP KNPI Ali Syadikin menjelaskan, setelah dilakukan investigasi tak ada pelanggaran apapun apalagi yang tercantum dalam AD/ART yang dilakukan Khoi.
“Kalau tak ada pelanggaran, kan tidak mungkin bisa kita menggantinya. Makanya itu pleno juga memutuskan tidak akan menindaklanjuti ataupun menandatangani pengajuan hasil Musprovlub KNPI Kaltim nantinya, dalam artian kita menyatakan Musproplub itu tidak sah,” ujarnya.
Bendahara Umum DPP KNPI Kaltim Rita Widyasari menambahkan, banyak hal sebenarnya diputuskan dalam pleno namun yang paling krusial adalah memantapkan Khoi untuk tetap menahkodai KNPI Kaltim hingga berakhir masa jabatannya.
Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) ini juga mengungkapkan, 4 orang tim investigasi yang diturunkan ke KaltimĀ  selama ini untuk mengkroscek kekisruhan yang terjadi, telah diputuskan mendapatkan sanksi tegas dan dinonaktifkan dari jabatannya.
“Keempatnya dinonaktifkan dan diberikan sanksi tegas karena investigasi yang mereka lakukan tidak sesuai denga fakta di lapangan. Mereka sudah mengakui kesalahannya dalam rapat Pleno itu,” tambahnya.
Sementara ketua MPI Kaltim Yunus Nusi menilai, rapat pleno DPP KNPI tersebut penuh kepentingan politik dan bahkan dia menuding kalau keberpihakan DPP KNPI ke Khoi karena diduga telah menerima suap. “Bagaimana tidak menerima suap kalau mereka DPP itu termasuk ketua umum ketika ketemu saya menyatakan Musprovlub sah, lah ketika pleno semua menyatakan illegal. Tapi kami sudah siapkan gugatan, kami sudah mempersiapkan laporan ke aparat hukum atas perilaku mereka-mereka itu,” tandas mantan ketua DPD KNPI Kaltim dua periode ini. #mkd

No More Posts Available.

No more pages to load.