Polda Kaltim Gagalkan Penyelundupan Sabu 25 Kilogram dari Tawau Malaysia

oleh -643 views
Konferensi pres pengungkapan kasus narkoba Polda Kaltim.

BERITAKALTIM.CO- Polda Kalimantan Timur berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu seberat 25 kilogram ketika akan sandar di pantai Manggar. Pengungkapan ini menjadi rekor terbesar pegungkapan kasus narkoba di Kalimantan Timur.

Sabu-sabu seberat 25 kilogram itu didatangkan dari Sebatik Kalimantan Utara. Dimana rencananya akan diedarkan di Samarinda dan Pare-pare, Sulawesi Selatan. Sementara asal barang haram itu diketahui berasal dari Tawau, Malaysia.

Kapolda Kaltim, Irjen Pol Herry Rudolf Nahak, saat melakukan pers release di halaman Polda Kaltim mengungkapkan, kejahatan ini berasal dari sindikat internasional dan Kaltim menjadi tempat yang potensial dalam peredaran narkoba skala besar.

“Para pelaku memperolehnya dari pulau Sebatik Nunukan Kaltara pada 8 Mei 2021 lalu. Dikemas dalam 25 kantong masing-masing seberat satu kilogram dengan tulisan berbahasa mandarin,” kata Irjen Pol Herry Rudolf Nahak, Selasa (11/5/2021).

Dari penangkapan itu, Polda Kaltim berhasil mengamankan lima pelaku dengan sejumlah barang bukti berupa Sabu-sabu kemasan 1 kilogram, dua unit motor dan beberapa telepon android. Pelaku yang berhasil diamankan bertugas sebagai kurir narkoba.

“Ceritanya pelaku pesan dari Pare-pare kemudian sewa kapal dari Wakatobi Sultra berangkat ke Sebatik, Kaltara, singgah di Balikpapan untuk dibawa dan diedarkan Samarinda seberat 12 kilogram. Sedangkan sisanya 13 kilogram akan dibawa dan diedarkan di Pare-Pare,” terangnya.

Gagalnya penyelundupan 25 kilogram sabu-sabu itu bermula dari kode sandi yang dikirimkan oleh pelaku saat hendak menjemput narkoba di dekat jembatan Manggar. Ditreskoba Polda Kaltim berhasil menggagalkan aksi pelaku dengan tanpa perlawanan.

“Informasi ini sudah kita terima Maret lalu, dari tim Bareskrim Mabes Polri,” ungkapnya.

Saat ini, kasus terbesar penyelundupan Narkoba di Kaltim itu masih dalam penyelidikan untuk menelusuri jaringan internasionalnya. Terutama mengungkap siapa otak dari pelaku pengiriman sabu-sabu tersebut.

“Pelaku diancam hukuman penjara selama 10 tahun tahun hingga seumur hidup sesuai UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” ucap Irjen Pol Herry Rudolf Nahak. #

Wartawan: Thina