Positif Korona di Kaltim Meroket 162 Persen, Terjadi Hanya di Bulan Juli

oleh -1.727 views
Foto ilustrasi. Prosesi penguburan seorang pasien suspek yang meninggal dunia di Samarinda.

SAMARINDA, beritakaltim.co- Asal tahu saja. Pertumbuhan jumlah warga terkonfirmasi positif virus Korona di Kaltim selama bulan Juli 2020 saja, terjadi sebanyak 162 persen. Angka itu bisa terlihat dari laporan Satgas Penanganan Covid-19, mulai 1 Juli hingga 30 Juli 2020.

Pada tanggal 1 Juli silam, seperti dilaporkan rutin harian oleh Satgas (Dulu Tim Gugus Tugas) Penanganan Covid-19 Kaltim, jumlah warga yang tercatat terkonfirmasi positif penularan virus baru 525 orang. Dari Jumlah itu terdapat 400 yang dinyatakan sembuh dan 7 meninggal dunia.

Namun menurut data 30 Juli 2020, jumlah yang dilaporkan terkonfirmasi positif virus di seluruh Kaltim sudah mencapai 1.377 orang. Diantaranya sebanyak 887 dinyatakan sembuh dan 30 orang meningga dunia.

Jumlah yang masih dirawat pada 1 Juli juga hanya 118 orang. Ini adalah jumlah pasien yang dirawat di berbagai rumah sakit di Kaltim ditambah dengan pasien positif yang dirawat secara mandiri.

Tapi pada 30 Juli, angkanya membengkak tajam. Jumlah pasien positif yang masih dirawat ada 460 pasien, atau terjadi kenaikan dalam 1 bulan ini sebanyak lebih 400 persen.

Jika dikalkulasi berdasarkan persentase, antara tanggal 1 Juli dengan 30 Juli, maka diperoleh angka pertumbuhan jumlah pasien terkonfirmasi positif dari 525 menjadi 1.377 orang atau naik sebanyak 162 persen. Sedangkan jumlah kesembuhan juga meningkat, dari 400 orang pada 1 Juli menjadi 887 orang pada 30 Juli atau bertambah menjadi 121 persen.

Update penanganan Covid-19 Kaltim tanggal 1 Juli 2020.
Update penanganan Covid-19 pada 30 Juli 2020.

TOTAL SUSPEK DI KALTIM

Selain angka-angka statistik mengenai jumlah pasien baru tertular virus dan pasien sembuh selama bulan Juli 2020, terhitung sampai akhir bulan ini sudah 4 bulan lebih masa pandemi covid-19 di Kaltim. Selama 4 bulan itu, terhitung 18 Maret 2020 lalu, ketika Gubernur Kaltim Isran Noor mengumumkan pertamakali pasien suspek positif tertular virus Korona, update 30 Juli menyebutkan total sebanyak 9.169 kasus suspek yang ‘terjaring’ melakukan tes swab oleh Satgas Penanganan Covid-19.

Tes swab dengan mengambil spesimen itu menggunakan PCR (polymerase chain reaction). Pada awalnya, Kaltim mengirim sample ke laboratorium di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya, Jawa Timur. Namun sejak bulan Juni 2020 sudah mampu dengan PCR sendiri dengan dioperasikannya Laboratorium milik UPTD Labkesda Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, di Jalan KH Ahmad Dahlan, Samarinda. Dua laboratorium lagi dilengkapi PCR adalah RS Pertamina Balikpapan dan RSUD AW Syaharanie Samarinda.

Berbagai rumah sakit di Kaltim juga ‘berburu’ alat laboratorium yang dilengkapi PCR. Diantaranya RSUD AM Parikesit Tenggarong Kukar dan RSUD Panglima Sebaya Tanah Grogot Kabupaten Paser. Sejak pertengahan Juli PCR yang dioperasikan dikedua daerah itu sudah bisa dioperasikan. Dengan alat PCR sendiri, maka hasil swab bisa diketahui hanya dalam tempo hitungan jam.

“Sudah punya alat PCR sendiri dan sudah bisa digunakan,” kata Amir Faisol, juru bicara Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Paser.

Faktanya, setelah pemeriksaan sample hasil swab diperiksa di daerah sendiri, pertumbuhan jumlah suspek terkonfirmasi positif naik terus. Bahkan laju pertambahannya cepat meroket. Perbandingannya, jika di bulan Maret dan April pertambahan pasien suspek terkonfirmasi positif per hari hanya kisaran satu digit, tapi di bulan Juli sudah dua digit dan jumlahnya pernah mencapai 60-70 orang per hari.

Update per tanggal 30 Juli 2020 dari Satgas Penanganan Covid-19 Kaltim menyebutkan, terjadi penambahan 70 Kasus terkonfirmasi positif. Sehari sebelumnya (29/7/2020) terjadi kenaikan jumlah pasien terpapar virus di Kaltim 57 kasus.

Kenaikan jumlah pasien terkonfirmasi positif yang membesar, seiring dengan telah berubahnya sistim penularan virus. Jika diawal virus korona dibawa oleh warga Kaltim yang mendapat penularan dari bepergian ke luar kota, tapi sekarang sudah terjadi transmisi lokal. Banyak warga ketahuan mengidap virus setelah dilakukan swab, baik oleh Satgas Covid-19 maupun swab mandiri.

Padahal, warga itu tidak mengalami gejala apa-apa. Tubuhnya merasa sangat sehat, seperti yang dialami Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi. Wagub diketahui positif terpapar virus dari hasil swab.

“Saat ini banyak kasus-kasus terkonfirmasi positif dari orang tanpa gejala atau OTG. Tidak merasa sakit tetapi setelah dites ada terkonfirmasi terinfeksi virus Korona,” ujar Andi M Ishak, juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kaltim dalam sebuah video conference.

Dari data Satgas selama 4 bulan lebih dimulainya masa penanganan virus Korona di Kaltim, terdapat 9.149 suspek atau yang hasil swabnya dikirim ke laboratorium. Dari jumlah itu ternyata yang negatif sangat besar jumlahnya, yakni 5.004 orang. Sementara terkonfirmasi positif 1.377 orang dan probalble 5 orang. Kasus suspek yang menunggu hasil laboratorium ada 2.783 orang.

Sebanyak 1.377 orang yang terkonfirmasi positif selama 4 bulan terakhir di Kaltim, diketahui ada 887 orang yang dinyatakan sembuh setelah dilakukan perawatan. Kemudian ada 30 orang yang meninggal dunia dan saat ini masih ada 460 pasien dalam proses penyembuhan.

Kota terbesar suspek terkonfirmasi positif adalah Balikpapan dengan total 486 kasus, 314 sembuh, 14 meninggal dunia dan 158 dalam proses penyembuhan. Disusul Samarinda dengan total kasus positif 284, sembuh 158, meninggal 10 dan sebanyak 116 menunggu kesembuhan. Daerah ketiga adalah Kutai Kartanegara yakni total ada 215 kasus terkonfirmasi positif dan 116 diantaranya sembuh, 1 meninggal dunia serta 98 masih dalam proses penyembuhan. #le