PPKM Diberlakukan, Perbatasan Tetap Dibuka

oleh -158 views
Kedatangan internasional masih dibuka meski pemberlakuan PPKM darurat diterapkan. (foto: google)

BERITAKALTIM.CO – Meski pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat selama dua pekan ke depan, akses perbatasan tak ikut ditutup . Akses warga negara asing (WNA) masuk ke republik ini, tetap terbuka meski bersyarat.

Pemerintah cuma memperketat aturan bagi Warga Negara Asing (WNA) atau Warga Negara Indonesia (WNI) selama PPKM Darurat.

“Sampai saat ini peraturan yang terkait perjalanan internasional diselaraskan dengan PPKM Darurat. Dalam konteks PPKM darurat, belum ada pembatasan atau larangan/mobilitas melalui udara.  Sampai saat ini perjalanan internasional dilakukan dengan pembatasan yang sangat ketat,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar.

Penerapan PPKM Darurat dimulai 3 Juli 2021 sebagai respons tingginya angka penularan virus Corona. Rumah sakit dan tenaga kesehatan kolaps, frekuensi pemakaman terus bertambah.

Pelayanan kesehatan, kini sulit didapatkan, rekor positif COVID-19 terus tercatat. Terkini, semua rumah sakit di Yogyakarta, kehabisan tabung oksigen.

Pemerintah menyatakan kenaikan angka kasus COVID-19 diakibatkan beberapa hal. Mulai dari meningkatnya mobilitas masyarakat saat lebaran, hingga varian baru virus Corona yang besar kemungkinan dibawa orang asing yang masuk ke Indonesia.

Dilansir detikcom, Seluruh pelaku perjalanan luar negeri baik WNA atau WNI harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:Merujuk Addendum Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2021 yang dirilis Satgas Penanganan COVID-19, pemerintah merilis aturan orang masuk ke Indonesia tiga hari setelah PPKM Darurat ditetapkan. Yakni, mulai 6 Juli.

Pada saat kedatangan dilakukan tes ulang RT PCR bagi pelaku perjalanan internasional dan diwajibkan menjalani karantina selama 8×24 jam dengan ketentuan:

  1. Bagi WNI pekerja migran, pelajar mahasiswa, pegawai pemerintah yang kembali dari perjalanan dinas luar negeri, dan kewajiban RT PCR pelaku perjalanan internasional dengan biaya ditanggung pemerintah
  2. Bagi WNI di luar kriteria tadi dan WNA, termasuk diplomat asing di luar kepala perwakilan asing dan keluarga perwakilan asing, menjalani karantina di tempat akomodasi karantina yang telah mendapatkan sertifikasi penyelenggaraan akomodasi karantina oleh Kemenkes dengan biaya ditanggung mandiri. Perwakilan asing dan keluarga yang bertugas melakukan karantina mandiri selama 8×24 jam.

Bagi WNI dan WNA dilakukan tes RT PCR kedua pada hari ketujuh karantina, jika hasilnya menunjukkan negatif maka setelah karantina 8×24 jam dinyatakan selesai karantina.

  1. Jika hasil negatif maka WNA/WNI diperkenankan melanjutkan perjalanan dan imbauan karantina mandiri selama 14 hari dan menerapkan protokol kesehatan.
  2. Jika hasilnya positif maka dilakukan perawatan di RS dengan biaya ditanggung pemerintah dan bagi WNA dengan biaya mandiri

Untuk WNI pelaku perjalanan luar negeri

  1. Wajib menunjukkan menunjukkan kartu/sertifikasi telah menerima vaksin COVID-19 dosis lengkap.
  2. Bagi WNI yang belum mendapatkan vaksin COVID-19 dari luar negeri akan divaksinasi di tempat karantina setibanya di Indonesia setelah dilakukan tes RT-PCR kedua dengan hasil negatif.

Untuk WNA pelaku perjalanan luar negeri

  1. Wajib menunjukkan kartu atau sertifikasi telah menerima vaksin COVID-19 dosis lengkap.
  2. WNA yang sudah berada di Indonesia dan akan melakukan perjalanan domestik/internasional wajib melakukan vaksinasi COVID dengan skema gotong royong.
  3. Kewajiban menunjukkan kartu/sertifikasi vaksinasi COVID-19 dikecualikan bagi WNA pemegang visa diplomatik dan visa dinas untuk keperluan kunjungan resmi setingkat menteri ke atas, serta WNA dengan skema travel corridor arrangement (TCA) sesuai prinsip resiprositas dengan tetap menerapkan prokes ketat. (*)