Program Petani Maju 4.0 Pertamina Hulu Mahakam Ubah Lahan Tidur Menjadi Produktif

oleh -939 views
Foto Ilustrasi, kawasan operasional PT Pertamina Hulu Mahakam di WK Mahakam.

BERITAKALTIM.CO- PT. Pertamina Hulu Mahakam (PHM) kembali menggelar diskusi berkala via daring, di tengah situasi Pandemi Covid-19. Pertemuan, Selasa (8/12/2020) siang ini mulai pukul 14:00 hingga pukul 16: 30 Wita dengan mengangkat tema Peran Generasi Muda Dalam Membangun Ketahanan Pangan, Petani Maju 4.0

Kegiatan ini diikuti sejumlah awak media yang tersebar di Kutai Kartanegara, Samarinda dan Balikpapan. Serta dihadiri pula perwakilan PT. Pertamina Hulu Indonesia (PHI), SKK MIGAS Kalimantan-Sulawesi dan PHM.

Elis Fauziyah, Kepala Departemen CSR PT. PHM, dan Lani, perwakilan petani muda Samboja, Kukar bertindak sebagai narasumber.

“Banyak tantangannya. Ketergantungan tinggi bekerja di perusahaan, rendahnya minat pemuda jadi petani, bertani semakin ditinggalkan, kebutuhan air, kebakaran lahan, dan masih banyak lagi, tapi capaiannya menjadi inspirasi,” ujar Elis Fauziyah membuka diskusi.

Program CSR Petani Maju 4.0 merupakan hasil bacaan PHM terhadap lingkungan sekitar area operasi yang belum dimaksimalkan.

“Di Samboja khususnya, ada lebih dari 600 hektare lahan tidur dan belum dimanfaatkan. Keberadaan para praktisi dan kelompok tani yang solid, serta masifnya usia produktif yang belum bekerja menjadi potensi tersendiri untuk mengembangkan pertanian dalam arti luas,” lanjut Elis Fauziyah.

Hingga kini, program Petani Maju 4.0 telah berhasil menggaet lebih dari setengah usia produktif untuk mengubah lahan tidur menjadi lahan pertanian.

Alhamdulillah sudah mulai dilihat, dan banyak yang bergabung. Memang tidak mudah awalnya, tapi kita terus upayakan,” tambahnya.

Selain membangun hulu, PHM juga menyiapkan pasar sebagai hilir untuk hasil produksi, agar hasil tanaman para petani bisa bersaing menembus pasar.

“Sejauh ini kita juga menyusun pasarnya, ada konsumsi untuk perusahaan, ada juga yang dijual di pasar-pasar yang ada. Dan ini sejalan dengan program pemerintah pusat dan daerah,” tambahnya.

Sementara Lani, perwakilan petani muda Samboja mengaku senang bisa bercocok tanam dilingkungan rumahnya.

“Awalnya saya bekerja di perusahaan swasta di Kalimantan Selatan. Sejak program ini hadir, saya beralih menjadi petani. Meskipun tidak pernah berfikir sebelumnya bakal jadi petani,” kata Lani.

Meski belum mampu memenuhi kehidupan sehari-hari, Lani optimis bertani bisa menjadi pilihan hidupnya.

“Saya menemukan kenikmatan saat bertani. Hasilnya memang belum terlalu nyata, tapi saya dan teman-teman yakin bertani adalah pilihan hidup kami,” pungkasnya.

Diskusi daring ini diakhiri dengan sesi tanya jawab antara narasumber dan peserta rapat.

PHM selaku penggagas program Petani Maju 4.0 mengaku akan terus mengembangkan program ini, tidak hanya di Samboja, namun menjalar ke daerah-daerah lainnya di area kerja Pertamina Hulu Mahakam. #

Wartawan: Heriman/*PT PHM