Proyek IPA Sungai Kapih Mangkrak, Anggaran Rp9,75 Miliar Amblas

oleh -386 views
Intake salah satu bagian dari Instalasi Pengolah Air (IPA) Sungai Kapih di Kecamatan Sambutan, rusak sebelum dioperasikan.

BERITAKALTIM.CO- Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sungai Kapih yang terletak di sebelah Jembatan Mahkota II sisi Kecamatan Sambutan, kondisinya kian memprihatinkan. Proyek yang disebut-sebut bernilai Rp9.750.000.000 itu kini mangkrak, bahkan tidak terurus sama sekali.

Padahal, IPA Sungai Kapih belum pernah dioperasikan. Hal itulah yang mendorong sejumlah aktivis mahasiswa yang menamakan diri Gerakan Mahasiswa Peduli Kaltim (GM Pekat) mengadukan ke Kejaksaan Tinggi Kaltim pada 7 Juni 2021 lalu.

Ketua Gerakan Mahasiswa Peduli Kaltim (GM Pekat), Adi Afriansyah mengatakan, pihaknya sudah mendatangi langsung untuk mengumpulkan bukti-bukti yang mendukung dugaan adanya penyalahgunaan wewenang maupun korupsi pada pembangunan proyek pengolah air bersih tersebut.

“Iya kami tengah mengumpulkan bukti-bukti pendukung dan ini sangat penting,” ucap Adi Afriansyah saat dikonfrimasi via whatsApp, Rabu (9/6/2021).

IPA Sungai Kapih dilihat dari atas.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, Adi memaparkan, kondisi Instalasi Pengelolaan Air (IPA) Sungai Kapih saat ini tidak berfungsi dan tidak terawat.

“Bangunan tidak ada penghuninya, ibaratkan seperti rumah hantu,” paparnya.

Sedangkan kondisi pipa untuk menyedot air tidak berfungsi serta terlihat sudah berkarat. Lapisan atas pipa dipoles pake bahan seperti karet, diduga mudah tergores sementara lapisan dalam dipoles menggunakan semen tapi tidak merata polesannya, hanya dibagian ujung.

“Kondisi bangunan terlihat dari atas sudah tumbuh tanaman atau rerumputan, berlumut dan atapnya ada sebagian yang bocor, padahal sampai saat ini IPA tersebut belumlah digunakan,” kata dia.

Selain itu, Adi juga menyebut pihaknya akan memberikan bukti hasil pantauan yang dilakukan oleh mereka kepada Kejati Kaltim guna menambah bukti yang diminta oleh Kejati Kaltim saat beraudiensi.

Proyek IPA Sungai Kapih bersumber dari Bantuan Keuangan Pemprov Kaltim yang masuk APBD Kota Samarinda tahun 2016. Para aktivis menduga ada permainan dalam proyek ini, sehingga akibatnya instalasi untuk pelayanan air bersih warga Sambutan dan sekitar itu tidak bisa dimanfaatkan. Para aktivis mendorong Kejaksaan Tinggi Kaltim turun tangan mengungkap kasus tersebut. #

Wartawan: Heriman