Puluhan Jurnalis Balikpapan Divaksin, Ada yang Awalnya Menolak

oleh -319 views
Wartawati beritakaltim.co di Balikpapan, Agustina, saat mendapat suntikan vaksin.

BERITAKALTIM.CO- Sebanyak 500 petugas pelayanan publik termasuk puluhan wartawan yang biasa bertugas di Pemerintah Kota Balikpapan mendapat vaksinasi tahap II termin I yang dilaksanakan di BSCC Dome Balikpapan Selatan, Sabtu (27/2/2021).

Data yang tercatat oleh Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, sebanyak 45 wartawan ikut menjadi peserta vaksin. Mulai dari wartawan media cetak, elektronik, hingga online.

Kegiatan vaksinasi tahap kedua ini langsung ditinjau oleh Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi dan Kepala DKK Andi Sri Juliarty.

Perwakilan media online Beritakaltim.co, Agustina yang diberi kesempatan untuk melakukan vaksinasi tahap II merasa harap-harap cemas. Sempat pemeriksan tekanan darahnya tinggi, setelah dilakukan tiga kali pengecekan tekanan darah, akhirnya merasa lega tahapan vaksinasi telah dilalui.

Niken, salah seorang Wartawati Media Online di Balikpapan. Awalnya menolak.

Ada kejadian tak terduga saat vaksin kalangan Wartawan dimulai. Seorang jurnalis media online, Niken, semula tidak mau ikut program vaksinasi karena berbagai alasan. Namun setelah mendapat arahan dari juru bicara Satgas penanganan covid-19, dia malah menjadi perwakilan jurnalis perempuan pertama yang divaksinasi.

“Ada rasa deg-deg-an, takut mengikuti vaksin ini. Tapi akhirnya merasa lega setelah disuntik vaksin. Sempat pingin kabur saat regristrasi,”  kata Niken seusai menerima kartu vaksin.

Ketika ditanya terkait keluhan setelah vaksin, Niken  menjelaskan tidak ada efek yang dirasa, hanya merasa pusing dan keringat dingin. Namun setelah diberi minum air putih sudah hilang.

“Keringat dingin, agak pusing. Setelah minum alhamdulillah hilang,” ucapnya.

Terkait persiapan yang dilakukan, dikatakannya, jangankan persiapan, daftar aja tidak. Tetapi karena imbauan dan ajakan dari sesama wartawan, akhirnya semua tahapan selesai dilalui.

“Tidak ada daftar kemarin, yah karena memang takut dan gak pernah berurusan dengan dunia kedokteran,” paparnya.

Ia menghimbau agar pelaksanan vaksin ini nantinya dilakukan menyeluruh kepada masyarakat. “Percuma jika kita divaksin tapi yang lain tidak,” bebernya.

Sementara itu wartawan televisi Muhammad Idris merasa lega sudah divaksin meskipun di tahapan screaning menunggu lama karena tekanan darahnya tinggi.

“Memang biasanya tekanan darahku tinggi, dan sesuai aturan bisa dilakukan vaksin tetapi karena program masih aturan lama jadi menunggu,” ucapnya.

“Untuk yang lainnya , ayo segera menyusul, vaksin ini mencegah penyebaran covid-19,” imbaunya. #

Wartawan: Thina