Pusat Siapkan Rumah Produksi untuk Rantai Pasok Komoditi Petani Kukar

oleh -9 Dilihat
Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah turun langsung mencangkul di Desa Jonggon Jaya. Foto: ist

BERITAKALTIM.CO- Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah mendampingi Asisten Deputi Pengembangan Kawasan dan Rantai Pasok Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) RI Ari Anindya Hartika, bersilatuahmi dengan para petani di Desa Jonggon Jaya.

Acara silaturahmi, Jumat (19/11/2021), ditandai dengan acara penanaman bibit kopi varietas robusta dan memanen jahe gajah yang telah berusia tanam 9 bulan. Hadir pada acara itu Kadis Perkebunan M. Taufik, Kadis pertanian Sutikno, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Slamet Hadiraharjo dan Camat Loa Kulu Adriansyah.

Desa Jonggon Jaya, Kecamatan Loa Kulu, Kukar, adalah salah satu desa yang dinilai berhasil sektor pertaniannya. Kegiatan kelompok tani, selain menanam kopi juga jenis lainnya dengan sistim tumpang sari.

Hal itu yang menjadi perhatian Bupati Kukar Edi Damansyah. “Mari kembangkan pertanian di desa. Kita contoh Kades Jonggon Jaya dan Rustam salah satu petani yang sukses mengembangkan lahan tumpang sari dari kopi, jahe dan karet, mari kita contoh dan jadikan Kukar merdeka Pangan,” ujar Bupati.

Hadirnya pejabat dari Kementerian Koperasi dan UKM, terkait dengan rencana didirikannya pengelolaan ‘rumah produksi’ di Kutai Kartanegara. Pengelolaan Rumah Produksi merupakan gagasan dari pemerintah pusat bertujuan untuk membantu memasarkan produk-produk petani. Program itu untuk mendukung petani yang berada di barisan depan usaha perkebunan rakyat.

Pada kesempatan itu Bupati Edi Damansyah memberi pujian kepada Desa Jonggon Jaya yang komoditi kopinya sudah terkenal karena memiliki cita rasa tersendiri yang enak. Untuk itu dia meminta kepada seluruh Kepala Desa agar bisa mengelola dan melihat peluang yang ada di wilayahnya.

Mengenai kopi Jonggon Jaya, Bupati Edi Damansyah berpesan kepada semua OPD (organisasi perangkat daerah) di Pemkab Kutai Kartanegara untuk membeli dan menyajikan kopi lokal dalam kegiatan kantor maupun menerima tamu. Perangkat pemerintah perlu membantu menjadi pembeli agar para petani mengembangkan diri lebih baik lagi.

“Ke depan jika rapat di Pemkab, saya harap bukan mengunakan kopi instan lagi, tapi sudah menggunakan kopi-kopi lokal sepeti kopi jonggon ini,” ucap Bupati Edi. Dengan jumlah penduduk mencapai hampir 800 ribu jiwa, warga dan semua elemen Kukar adalah pasar potensial yang mampu mengangkat petani. #

Wartawan: hardin | ADV

No More Posts Available.

No more pages to load.