Qamay: Sosialisasikan Tanah yang Dilindungi Negara

oleh -988 views

27SITI QOMARIAHwebSAMARINDA,BERITAKALTIM.COM- Persoalan sengketa, penguasaan dan penggunaan lahan masih menjadi masalah di sejumlah daerah, termasuk di Kaltim.
Beberapa tahun terakhir, isu tersebut bahkan marak mengemuka. Berkait hal ini Anggota DPRD Kaltim Siti Qomariah mengatakan saat ini harus diakui masyarakat masih sangat kurang mendapat informasi yang berkaitan dengan penguasaan tanah. Baik itu tentang pelepasan hak tanah yang dibeli untuk dibangun atau dikuasai.
Pemerintah dalam hal ini kurang mensosialisasikan lahan atau daerah-daerah mana saja yang menjadi kawasan yang dilindungi negara.
Permasalahan yang ada, kerap ditemui masyarakat tidak banyak tahu tanah yang mereka beli adalah tanah atau lahan yang masuk dalam daerah yang dilindungi negara.
“Kasusnya banyak terdapat di penjualan tanah kapling. Tanah yang sudah dibeli saat diurus sertifikatnya ternyata tidak bisa, karena tanah tersebut masuk dalam lahan yang dilindungi oleh negara dan tidak boleh digunakan untuk pembangunan. Yang memiliki sertifikat terkadang juga tidak bisa membangun, karena tidak memiliki izin, sementara dalam pengurusan izinnya tidaklah gampang,” jelas perempuan berlatar belakang dunia perbankan ini.
Berkait hal ini menurut Qamay –sapaan akrabnya – pemerintah, dalam hal ini dinas terkait harus mensosialisasikan kepada masyarakat luas daerah mana saja yang menjadi lahan yang dilindungi oleh negara, agar masyarakat tidak terjebak dalam transaksi jual-beli tanah yang nantinya akan menjadi masalah kemudian hari.
“Ini penting agar ke depa konflik tentang perebutan lahan tidak terjadi. Saya juga mengimbau masyarakat berhati-hati dalam memilih lahan untuk dibeli, harus selektif mengetahui asal-usul lahan tersebut,” ucapnya. (adv/yud/oke)

Teks foto: Siti Qomariah

No More Posts Available.

No more pages to load.