Ramai Kasus Pengamen Dipukul Oknum Satpol PP Balikpapan, Ini Penjelasannya

oleh -136 views
Koordinator penegakan dan pendisiplinan protokol kesehatan Satgas Covid-19 Kota Balikpapan Zulkifli.

BERITAKALTIM.CO- Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Balikpapan Zulkifli angkat bicara mengenai adanya oknum petugas Satpol PP yang diduga  melakukan pemukulan terhadap pengamen saat melakukan razia di Km 3,5 Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara, Rabu sore (24/11/2021).

Menurut Zulkifli, petugas sudah melakukan penertiban sesuai dengan prosedur yang ada. Hanya memang, saat petugas akan melakukan penertiban pada saat itu  mereka (Pengamen-red)  mau  lari, dan saat diamankan mereka berontak.

“Dan pada saat diamankan itu, tersikut oleh anggota karena reflek membela diri. Jadi bukan karena pemukulan,  jadi itu memang hal biasa saat petugas melakukan penertiban,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp Kamis (25/11/2021).

Lanjut dia terangkan,  petugas  Satpol PP saat ini tengah gencar melaksanakan penertiban, baik di jalan-jalan atau lampu merah menyasar  pengamen, anak jalanan termasuk yang mengenakan pakaian badut yang  kian marak di kota itu.

Berkaitan dengan prosedur, dirinya terangkan,  dalam Peraturan Daerah (Perda) tersebut sudah jelas, bahwa  yang namanya Gelandangan dan Pengemis atau (Gepeng) itu dilarang di Balikpapan yang sering terlihat berkeliaran di jalan atau lampu merah.

” Jika kami  dapati kami akan lakukan penertiban kemudian dilanjutkan melakukan pendataan kepada yang bersangkutan serta melakukan pembinaan lebih lanjut. Bahkan  ada juga sebagian dari mereka kami sidangkan yaitu dengan Tindak Pidana Ringan (Tipiring),” tegasnya.

Lain halnya jika pihaknya mengamankan anak kecil. Untuk hal tersebut pihaknya menyerahkan kepada Dinas Sosial.  Dan  untuk yang dewasa pihaknya lakukan sidang dengan Tipiring.

Zulkifli menjelaskan,  ketika petugas melakukan penertiban, tak jarang didapati  pelanggar  yang berusaha melarikan diri jika melihat petugas. Bahkan  ini sudah berulang-ulang.

Insyallah anggota kami di lapangan selalu kami ingatkan terus agar tetep humanis ketika melakukan penertiban. Terkadang masyarakat ini ada yang sumpah serapah, namun kami ingatkan kepada  petugas kami agar tidak mengambil hati atas ucapan tersebut,” pungkasnya. #

Wartawan: Thina

No More Posts Available.

No more pages to load.