Refocusing Anggaran Akibat Pandemi C-19, Dinas PUPR Kaltim Tersisa Rp769 Miliar

oleh -1.516 views
Peta Ujoh Bilang, Kabupaten Mahakam Ulu. Kawasan pedalaman Kalimantan Timur.

BERITAKALTIM.CO- Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kalimantan Timur termasuk yang terkena dampak pemotongan anggaran setelah adanya pandemi Covid-19. Dari alokasi anggaran pada APBD murni tahun 2020 semula Rp1,4 Triliun terpotong sekitar 40 persen atau tersisa Rp769 Miliar.

Pemotongan anggaran terjadi setelah pada bulan April 2020 Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri menyetujui menerbikan SKB (Surat Keputusan Bersama) yang mengatur refocusing anggaran, mulai dari Pemerintah Pusat, provinsi sampai ke kabupaten dan kota. Refocussing anggaran dengan cara mengubah APBN maupun APBD dengan memasukkan anggaran baru mengenai penanganan pandemi covid-19.

“Ketika itu kan ada instruksi dari pemerintah pusat untuk memotong anggaran sampai 50 persen. Kemudian kami (Dinas PUPR) juga diminta Gubernur untuk melakukan evaluasi atas pekerjaan yang sudah ditetapkan. Kita undang seluruh kepala bidang dan supaya melakukan pemotongan anggaran. Apa saja yang prioritas, mana yang bisa ditunda. Mana yang dikurangi volumenya,” ucap Dadang Irwan Hassan, Sekretaris Dinas PUPR Kaltim ditemani Abdurahman, Kepala Sub Bidang Umum kepada Wartawan Beritakaltim.co di Kantor Dinas PUPR.

Dadang Irwan Hassan, Sekretaris Dinas PUPR Kaltim.

Dari skala prioritas, salah satu proyek yang menjadi perhatian Pemprov Kaltim adalah infrastruktur di pedalaman Kabupaten Mahakam Ulu. Karena itu, Dinas PUPR hanya melakukan rasionalisasi terhadap anggaran dua proyek infrastruktur jalan dari Tering Kutai Barat ke Ujoh Bilang Kabupaten Mahakam Ulu serta jalan dari Ujoh Bilang ke Long Bagun dan Long Pahangai.

Menurut Dadang, masing-masing pekerjaan yang dikerjasamakan dengan TNI itu terjadi pemotongan Rp4 miliar, yakni untuk proyek jalan Tering – Ujoh Bilang sebesar Rp62 Miliar menjadi Rp60 Milyar dan proyek jalan Ujoh Bilang – Long Bagun – Long Pahangai dari semula Rp14 Miliar menjadi Rp12 Miliar.

“Kenapa ini priosritas. Karena Pak Gubernur ingin jalan ini segera bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Yang penting ada dulu badan jalannya dan bisa dilewati, baru nanti ditingkatkan pengerasan sampai pengaspalan,” ujar Dadang.

Selama ini Kabupaten Mahakam Ulu yang berada paling ujung Kalimantan Timur dan berbatasan dengan Malaysia, hanya bisa ditempuh dengan perjalanan transportasi sungai dari Tering Kutai Barat. Jika menumpang speedboat reguler waktu tempuhnya sekitar 3-4 jam.

Sementara proyek-proyek yang ditunda lantaran tidak ada anggarannya, menurut Dadang, dimasukkan kembali dalam Rancangan APBD tahun 2021. Sejauh ini, tidak ada kebijakan untuk menyetop proyek-proyek yang tidak ada anggarannya.

“Jadi proyeknya tidak disetop. Tapi ditunda. Nanti kita usulkan kembali dalam APBD tahun 2021. Semoga anggaran kita sudah pulih kembali, sehingga apa-apa yang sudah dimasukkan dalam program APBD 2020 bisa dilanjutkan kembali,” ujar Dadang. #

Wartawan : Charle | Hardin

No More Posts Available.

No more pages to load.