Relaksasi Fase-3 Samarinda Terancam Setelah 19 Tenaga Medis Tertular Virus

oleh -167 views
Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang saat menggelar jumpa pers soal adanya 19 tenaga medis terpapar visur Korona.

SAMARINDA, beritakaltim.co- Kabar mengejutkan datang dari Samarinda. Di kota yang menjadi ibu kota provinsi Kaltim itu terjadi penambahan kasus positif virus Korona ‘luar biasa’. Sebanyak 19 tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) IA Moeis terkonfirmasi terinfeksi virus.

Gara-garanya, seorang pasien yang masuk dirawat di rumah sakit itu. Ketika pertama di rapid tes, hasilnya negatif. Tapi berselang beberapa waktu dites lagi kedua kali, hasilnya reaktif. Begitu pula ketika dites swab, ternyata hasilnya positif.

Temuan itu bikin kalang kabut. Ada 90 tenaga medis, yang langsung dites secara massal. Hasilnya, sudah terjadi transmisi lokal dari pasien positif kepada para tenaga medis. Sebanyak 19 tenaga medis diumumkan ikut terpapar dan kini harus dirawat di ruang isolasi.

“Ada 90 tenaga kesehatan yang kontak erat dan didapat hasil 19 tenaga kesehatan positif Covid-19,” kata Syarifah Rahimah, Direktur RSUD IA Moeis kepada wartawan di Samarinda.

Pihak rumah sakit IA Moeis sejak Selasa (14/7/2020) menutup semua pelayanannya. Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang bersama Plt Kepala Dinas Kesehatan Samarinda Ismit Kusasih langsung menggelar jumpa pers. Mengumumkan adanya 19 tenaga medis ‘diamankan’ karena tertular virus Korona.

Di Kota Samarinda, Pemerintah sudah menempuh masa relaksasi fase ke-3. Pada masa relaksasi fase 3 yang dimulai bulan Juli 2020, sudah semua kegiatan beraktifitas kembali. Kecuali anak sekolah yang ditunda penerapannya masuk ruang kelas. Menyangkut dunia pendidikan, Pemkot patuh menunggu kebijakan nasional dari Pemerintah Pusat.

Di jalan-jalan, pasar dan mall, semakin banyak ditemukan warga maupun pedagang tidak mengenakan masker. Acara-acara pertemuan dan rapat-rapat juga mulai berlangsung dan sebagian mengabaikan kewajiban jaga jarak.

Dalam catatan tim gugus tugas penanganan Covid-19, Samarinda dalam beberapa pekan mencatat angka jumlah pasien positif dirawat yang menurun terus. Bahkan, sempat tinggal 7 orang yang dirawat di Karantina Bapelkes. Sedangkan dua rumah sakit rujukan pemerintah, RSUD AW Syahranie dan RSUD IA Moeis kosong pasien positif Korona yang yang dirawat.

Tapi, seperti diucapkan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Andi M Ishak, situasi di Kota Samarinda belum aman. Masyarakat yang sudah mulai aktivitas diminta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Puji Setyowati mengatakan, dengan adanya peningkatan kasus positif virus Korona di Kota Samarinda, sudah perlu dipertimbangkan kembali fase 3 relaksasi, kembali pada relaksasi pertama. #le