Rencana E-Parking Samarinda Harus Disosialisasi

oleh -13 Dilihat
Novi Miranda Putri, anggota DPRD Kota Samarinda.

BERITAKALTIM.CO– Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) lewat pengelolaan parkir dengan menerapkan E-Parking tanpa dibarengi sosialisasi kepada masyarakat, maka tidak akan maksimal.

Hal tersebut diungkapkan oleh Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Novi Marinda Putri, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (1/12/2021).

Novi sapaan karibnya mengakui, gagasan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda guna mengoptimalisasi PAD lewat E-Parking sangat berpotensi menekan angka kebocoran PAD khususnya di sektor parkir.

Kendati, Novi menilai, kebijakan yang sudah diterapkan oleh Pemkot Samarinda sejak bulan Mei 2021 lalu tersebut, masih balum maksimal menyerap PAD lantaran kurangnya sosialisasi dan juga edukasi kepada masyarakat.

“Menurut kita, E-Parking itu untuk kebocorannya itu kecil sekali. Dan komisi II DPRD itu mendukung program tersebut. Tapi jangan lupa juga harus dibarengi dengan sosialisasi kepada masyarakat, ” papar Novi.

Lanjut Novi, akses untuk memperoleh kartu E-Parking tersebut juga harus dipermudah agar masyarakat tidak kesulitan.Ia menyebut, tak hanya kalangan muda yang menjadi sasaran, tapi seluruh kalangan masyarakat.

“Jangan sampai nanti pada saat kita menerapkan E-Parking tersebut, tapi akses untuk menemukan/membeli kartu E-Parking kesulitan,” imbuhnya.

Seperti diketahui, penerapan E-Parking di kota Samarinda, Pemkot Samarinda bersinergi dengan Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Timur, Bankaltimtara, dan Pemprov Kaltim dalam program tersebut.

“Jika memang Pemerintah Kota tidak ada anggaran, kan bisa bekerja sama dengan pihak bank terkait seperti Bank Kaltim, dan lainnya, supaya masyarakat mudah mendapatkan kartu E-Parking,” tambahnya .

Oleh hal tersebut, Politisi Amanat Nasional ini meminta kepada Pemkot Samarinda agar melakukan edukasi kepada masyarakat terkait penerapan E-Parking di Samarinda dengan memanfaatkan media, baik media cetak, media online, dan sebagainya di segala lini.

“Yang paling penting adalah sosialisasi di segala lini, baik menggunakan sosial, cetak dan lain-lain. Karena kalau engga ada sosialisasi ini repot, ” pungkasnya.  #

Wartawan: RH/ADV

No More Posts Available.

No more pages to load.