Rendi Sempat Ingin Memperkosa Juwanah di Dalam Mobil

oleh -1.201 views
Penampilan Juwanah korban pembunuhan semasa hidupnya.

BERITAKALTIM.CO- Nama lengkapnya Rendi Sardani, 35 tahun. Dialah pelaku pembunuhan terhadap gadis cantik bernama Juwanah (25), rekan kerjanya disebuah perusahaan PT Equityworld Futures yang bergerakn di bidang produk-produk finansial.

Kini Rendi menyesali perbuatannya, setelah polisi meringkus dan menjebloskan ke sel tahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan sadisnya.

“Ya, menyesal lah,” ucap Rendi Sardani, singkat. Kepada Wartawan, pria yang telah beristri ini mengutarakan penyesalannya.

Perbuatan sadisnya terhadap Juwanah dimulai saat kedua rekan kerja itu naik mobil Avanza Nomor Polisi B 1265 PIP. Menurut Rendi yang bekerja sebagai supir perusahaan, dia membawa mobil perusahaan untuk mengantarkan Juwanah menemui klien yang prospek membeli produk finansial yang ditawarkan.

Rendi mengaku diajak Juwanah menemui klien. Juwanah adalah Marketing Bisnis Consultan di perusahaan itu. Pekerjaannya jenis frelance, alias tidak tetap sebagai karyawan. Lantaran statusnya itu, Juwanah bebas mengatur jam kerjanya sendiri.

Saat berada di dalam mobil berduaan, Rendi mengaku punya pikiran jahat untuk mengambil barang-barang korban. Selama ini dia sering jalan bersama untuk kepentingan pekerjaan.

Rendi menyiapkan sebilah pisau yang dibelinya di sebuah toko swalayan. Pisau itu diletakkannya di bagian saku pintu sebelah kanan. Hingga pada suatu ketika dia beraksi menyakiti Juwanah yang duduk di sebelahnya.

Setidaknya ada tiga kali tusukan diarahkan dengan keras ke tubuh Juwanah. Pertama mengenai bahu dan kedua serta ketiga mengenai perut korban yang langsung tidak berdaya.

Dalam keadaan luka parah, korban sempat berusaha melawan sehingga membuat kaca mobil pecah. Namun luka besar di tubuhnya dan darah yang banyak mengalir, membuat Juwanah kesakitan, namun tak mampu lagi bergerak.

Saat dalam kondisi sekarat, menurut keterangan Rendi, ada terbersit juga dia ingin memperkosa Juwanah. Namun diurungkannya. Dalam kondisi masih hidup, namun sekarat, Rendi membuang tubuh Juwanah di semak-semak belukar jalan poros Samarinda-Tenggarong.

Tersangka Rendi mengakui, usai membuang jasad rekan kerjanya itu, dia masih melanjutkan perjalanan ke Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara untuk isi bensin. Pria ini kemudian pulang dan mencuci darah yang banyak melekat di dalam mobil.

“Iya. Saya yang mencuci sendiri dekat rumah,” ujarnya.

Setelah kasus pembunuhan itu, Rendi mengaku berusaha bersikap biasa-biasa saja. Dia tetap berangkat kerja membawa mobil kantornya. Selama satu mingguan dia bekerja, seolah tidak terjadi apa-apa.

Tapi, diakuinya, hatinya tidak tenang. Dia merasa bersalah dan dalam bayangannya setidaknya ada dua kali dia merasa didatangi oleh korban saat tidur.

“Saya menyesal,” ucapnya lagi.

Kasus ini berawal dari laporan keluarga korban kehilangan keluarganya sejak 6 September 2021. Karena tidak pulang-pulang dan tidak bisa dihubungi, pihak keluarga mengadukan ke pihak kepolisian pada 21 September 2021.

Dari laporan itu kemudian pihak kepolisian melakukan penyelidikan. Hingga adanya temuan jasad yang telah menjadi tulang belulang. Polisi sudah mencurigai pelaku adalah orang dekat korban, hingga penyelidikan difokuskan ke tempat kerja korban.

Wakapolresta Samarinda AKBP Eko Budiarto dalam rilis kepada Wartawan, menceritakan bagaimana petugas kepolisian berusaha membongkar teka-teki kasus pembunuhan itu. Penelusuran pertama diarahkan ke tempat korban bekerja.

Tempat korban dan pelaku bekerja, PT Equityworld Futures, mengakui keduanya adalah staf perusahaan itu. Tersangka Rendi sudah bekerja sebagai supir perusahaan sebelum dia bekerja sebagai kepala cabang. Selama itu, dia melihat Rendi berkelakuan baik-baik saja.

Sementara tentang Juwanah yang jadi korban kekerasan Rendi, Patria menerangkan, Juwanah statusnya di PT Equityworld Futures bukan karyawan tetap, tapi pekerja lepas dengan sebutan Marketing Bisnis Consultan bagi nasabah.

Juwanah juga bukan orang baru di PT Equityworld Futures, karena sudah bekerja lama, kemudian resign, dan mulai lagi aktif bekerja pada bulan Mei lalu.

“Almarhumah Juwanah baru aktif lagi bekerja sejak 4 bulan lalu,” kata Patria. #

Wartawan: charle

No More Posts Available.

No more pages to load.