Reses Kamaruddin Tampung Aspirasi Fasilitas Publik Balikpapan Barat

oleh -245 views
Reses DPRD kota Balikpapan Kamarudin di kediaman warga RT 17 Baru Ulu.

BERITAKALTIM.CO- Reses anggota DPRD Kota Balikpapan masa persidangan ketiga tahun 2021 dari Fraksi Nasdem H.Kamarudin digelar di halaman warga RT 17 Baru Ulu, Kecamatan Balikpapan Barat, Senin (5/10/2021) malam.

Reses ini bertujuan menampung aspirasi dan keluhan warga masyarakat. Beberapa keluhan yang diutarakan warga seperti peningkatan fasilitas jalan, penerangan jalan umum, pembuatan jembatan sekolah SDN 001, dan juga pembangunan Mushola Nurul Mujahidin.

Suryati warga RT 17 menyampaikan unek-unek nya terkait bantuan perbaikan renovasi mushola Nurul Mujahidin. Mengingat ini mushola lama dan tidak pernah mendapat bantuan sama sekali dari pemerintah.
” Terpenting pembangunan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), karena sampai sekarang masih numpang di Mushola Nurul Mujahidin RT 17″ jelasnya.

Muhammad Rozali warga RT 17 menyampaikan perbaikan jembatan semenisasi agar dibongkar ulang dan diperbarui karena jembatannya sudah rusak serta minimnya penerangan jalan umum.

Sarkawi ketua RT 9 Baru Ulu menyampaikan permasalahan perihal jembatan penyambungan antar gedung satu dengan lainnya di SDN 001 Baru Ulu.

Terkait dengan aspirasi warga, Kamarudin menanggapi, untuk masalah semenisasi jalan gang di RT 17 Baru Ulu itu sudah ada yang masuk dalam e-planning tahun lalu, dan mudah-mudahan tahun 2022 ini bisa terwujud.

“Tetapi kalau memang ada beberapa yang belum, insya allah saya usahakan untuk bisa masuk di dalam Pokok-pokok pikiran (Pokir) saya,” ucap Kamarudin usai reses.

Sementara untuk jembatan penghubung antar gedung di SDN 001 Baru Ulu, sudah dibicarakan dengan Kepala Dinas Pendidikan. Namun beliau menyampaikan untuk diperubahan 2021 ini tidak bisa, diharapkan tahun 2022 bisa tercapai.

“Warga sebenarnya tidak muluk-muluk lah, yang diharapkan hanya bergitu saja,” ujar Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan.

Sedangkan untuk penerangan jalan gang, ia akan lakukan rembuk dengan ketua RT agar bisa diselesaikan dengan musyawarah, karena dana yang digunakan sedikit. Jadi ketika dimasukkan dalam program SPGRM terlalu besar, begitu juga ketika masuk di dalam dana aspirasi yang kekecilan.

“Untuk biaya listriknya mungkin tidak seberapa, tetapi mungkin biaya pemasangan bisa melalui sumbangan pribadi saya atau seperti apa nantinya,” jelasnya.

Perihal usulan pembangunan TPA yang berada di Mushola Nurul Mujahidin RT 17, tentu harus dicek situasi tanah dan lingkungannya apakah memadai atau tidak, karena ini perlu dikaji.

Disampaikannya, ketika itu butuh anggaran besar akan dimasukkan dalam pokirnya, tetapi dengan catatan surat-surat memiliki legalitas lengkap dan jelas.

“Tetapi jika hanya sekedar Renovasi TPA, saya secara pribadi menyanggupi untuk membantu. Dari posisi yang ada, kelihatannya sih agak abu-abu ya, makanya saya masukkan ke Pokir saya,” paparnya.

Namun pada intinya dimana ia melakukan reses, paling tidak hal-hal kecil seperti itu bisa diwujudkan. #

Wartawan: Thina

No More Posts Available.

No more pages to load.