Respon Laporan Sugianto, Polri Dinilai Merusak Citra Sendiri

oleh -1.363 views

cicakkkSAMARINDA, BERITAKALTIM.com – Sejumlah aktivis di Kalimantan Timur (Kaltim) menilai, diresponnya Polri terkait laporan Sugianto Sabran terhadap Bambang Widjoyanto membuktikan ketidakberesan di tubuh Korps Bhayangkara itu.

“Laporan Sugianto itu menunjukkan kebrengsekan di tubuh Polri. Dulu kan sudah dilaporkan, tapi tidak direspon. Kalau sekarang direspon, bahkan dengan sangat cepat, inilah bukti cerminan buruk Polri,” kata Koordinator Pokja 30 dalam sebuah konferensi Pers di Cafe Pyramid, Jalan Dahlia Samarinda, Senin (26/1/2015).

Dia menambahkan, Polri telah merusak citranya sendiri. Padahal, jika serius, sudah sejak lama laporan itu direspon.

“Justru pelapor mengkonfirmasi ketidakbecusan kinerja kepolisian,” katanya.

Sementara itu, Divisi Advokasi Walhi Kaltim Andi Akbar menyatakan, Bambang Widjoyanto dilaporkan saat bertugas sebagai seorang advokat yang sedang beracara. Pada posisi itu, Bambang tidak bisa dijerat atas kerjanya sebagai advokat.

“Dalam UU Advokat, seorang advokat yang sedang bertugas, menjalankan fungsinya sebagai advokat, tidak dapat dijerat baik secara perdata, maupun pidana,” katanya.

Dari sini, Andi Akbar bersama aktivis di Kaltim lainnya sangat yakin jika kasus yang disangkakan Polri ke Bambang Widjoyanto adalah upaya kriminalisasi. Ada motif lain selain penegakan hukum.

“Orang bodoh saja tahu kalau ini adalah kriminalisasi,” pungkasnya.

Sejumlah aktivis di Kaltim yang berasal dari berbagai organisasi dan lembaga di Kaltim membuat pernyataan sikap mendesak Presiden Joko Widodo tegas terhadap kasus ini. Apalagi, secara kasat mata, ini adalah upaya melemahkan KPK.

Para aktivis ini berasal dari DPW GP Anshor Kaltim, Pokja 30, Jaringan Gusdurian Kaltim, Walhi Kaltim, dan berbagai organisasi lainnya.