Rumah Duka Korban ke-10 Kolam Maut Tambang di Loa Bakung Penuh Pelayat

oleh -12 Dilihat

SAMARINDA suasana duka RUMAH NOVALSAMARINDA, BERITAKALTIM.COM – Suasana duka menyelimuti kediaman Sobirin ayah dari Noval, bocah yang tewas tenggelam Kamis (30/4/2015) petang. Para pelayat tidak saja dari warga sekitar akan tetapi puluhan diantaranya terdapat rekan korban sesama pelajar sekolah dasar serta guru sekolah.

Salah satu guru wanita yang juga wali kelas korban mengaku tidak menyangka korban mengalami peristiwa tragis seperti itu. Terlebih korban termasuk salah satu siswa yang tidak pernah membuat masalah baik sesama rekan maupun dengan guru pengajar.

“Dia anak yang baik, tidak pernah membuat masalah dengan kami atau dengan teman sekelasnya, peristiwa ini membuat kami sangat terpukul dan merasa kehilangan,” kata guru ini sambil terisak namun enggan menyebutkan namanya.

Kesan sangat emosional justru terlihat dari mimik paman korban. Menurutnya, penyebab kejadian ini akibat kelalaian Pemerintah Kota Samarinda untuk mengawasi kegiatan tambang di wilayahnya.

“Kesalahan utama dari peristiwa tragis ini terletak di tangan pemerintah Kota Samarinda, mereka lalai menjalankan fungsi pengawasan hingga ponakan kami jadi korbannya,” kata Syahrani paman korban.

Seharusnya, tambah Syahranie, jika Pemerintah Kota Samarinda di bawah kepemimpinan Syaharie Jaang mau turun ke lapangan dan mengawasi dengan teliti kegiatan penambangan yang dekat pemukiman tentu keponakannya tidak jadi korban seperti itu.

Kematian Noval ini kian menambah deretan korban dari lubang galian bekas tambang. Ironisnya, dari semua peristiwa ini yang jadi korban adalah anak-anak di bawah umur.#Ahz

No More Posts Available.

No more pages to load.