Salah Target, Takjil Beracun Sianida Menewaskan Anak Driver Ojol

oleh -935 views
Tersangka Nani Aprilliani Nurjaman.

BERITAKALTIM.CO- Nani Aprilliani Nurjaman, 25 tahun, tak berkutik saat ditangkap polisi dari rumahnya Jalan Potorono, Bantul. Dia ditangkap setelah viral kasus sate mengandung racun sianida yang menewaskan seorang bocah bernama Naba Faiz Prasetya (10).

Menurut keterangan Dirreskrimum Polda DIY Kombes Burkan Rudy Satria saat jumpa pers di Mapolres Bantul, Jalan Jenderal Sudirman, Kabupaten Bantul, Senin (3/5/2021), tersangka dikenakan pasal 340 (KUHP tentang pembunuhan berencana). Untuk ancaman hukumannya seumur hidup atau hukuman mati dan paling lama penjara 20 tahun.

Awal kejadian dimulai saat dia mendatangi driver ojek online bernama Bandiman (47) yang sedang istirahat di dekat masjid di Jalan Gayam, Kota Yogyakarta. Sore itu Nani meminta tolong kepada Bandiman mengirimkan paket takjil ke Vila Bukit Asri di Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, Bantul.

Nani ketika itu mengaku tidak punya aplikasi ojek online sehingga mengirim secara langsung saja. Setelah itu Nanti membayar ongkos antar takjil tersebut Rp30 ribu. Lebih besar dari ongkos yang diminta oleh Bandiman.

Bandiman menerima permintaan pengiriman takjil itu kemudian menuju alamat yang dituju. Namun setelah tiba di rumah tujuan, yakni rumah Tomy, pihak penerima menolak makanan itu dengan alasan tak mengenal pengirimnya. Orang yang berada di rumah Tomy saat itu meminta Bandiman membawa saja makanan itu pulang untuk berbuka puasa.

Sekitar pukul 17.00 WIB, Bandiman sudah tiba di rumahnya. Saat itu anak keduanya yakni Naba Faiz Prasetya pulang dari TPA. Dia datang membawa makanan takjil berupa gudeg, tapi dia tidak terlalu suka. Naba kemudian memakan sate beserta lontong dan bumbunya bersama sang ibu.

Ketika Naba memakan sate, sesaat kemudian dia mengeluh merasakan pahit dan panas, lalu dia berlari ke kulkas untuk meminum air es. Naba lalu terjatuh sementara ibunya muntah-muntah.

Keduanya lalu dilarikan ke RSUD Kota Yogyakarta usai magrib. Sang anak sempat mendapat tindakan selama 15 menit namun akhirnya nyawanya tak tertolong. Sedangkan istri Bandiman mendapatkan perawatan.

Setelah kasusnya viral, akhirnya Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi memastikan bahwa bumbu sate yang dimakan oleh Naba dan istri Bandiman positif mengandung racun jenis C. Racun tersebut ditemukan pada bumbu sate, sedangkan pada sate yang tidak terkena bumbu tidak ditemukan adanya kandungan racun.

Dari fakta-fakta itu kemudian polisi melakukan penyelidikan dan akhirnya menangkap pelaku pengirim takjil, Nani.

Polisi telah menyita barang bukti meliputi dua unit motor jenis matik. Selain itu terdapat sepasang sandal warna hitam kombinasi cokelat, uang tunai Rp 30 ribu yang terdiri dari pecahan Rp 10 ribu dan Rp 20 ribu. Selanjutnya ada pula kunci motor dan satu helm berwarna merah. Polisi juga mengaku mengamankan sate ayam beserta bumbu yang salah kirim dan menewaskan korban.

Dari pengembangan Satreskrim terungkap, Nani mengakui tidak menyangka kalau kiriman sate beracun sianida itu akan salah sasaran dan menewaskan seorang bocah bernama Naba Faiz Prasetya. Sasarannya adalah Tomy, seorang yang bekerja sebagai ASN.

Menurut Nani kepada Polisi, aksi nekatnya itu merupakan anjuran dari salah seorang pelanggan salon tempatnya bekerja berinisal R. Pelanggan salon ini menyukai Nani, tapi tersangka tidak suka karena sudah menyukai Tomy.

Nani bercerita kepada R tentang hubungannya dengan Tomy yang sering bermasalah. Dari obrolan dengan R kemudian Nani disarankan memberikan pelajaran kepada Tomy dengan memberikan Kalium Sianida yang dicampur dengan makanan. Waktu itu R bercerita efek dari Sianida setelah dimakan hanya muntah dan diare.

Akhirnya tersangka Nani mengikuti anjuran R dengan jalan membeli Kalium Sianida secara online. Racun tersebut kemudian dicampurkan di dalam bumbu sate ayam yang sudah dibeli sebelumnya oleh tersangka.

Polisi juga menyelidiki pembelian melalui e-commerce yang dilakukan Nani. Sebab ditemukan dalam aplikasi pesanan adalah Sodium Sianida, namun yang dipakai mengundang maut adalah Kalium Sianida.

BERIKUT SEKILAS KRONOLOGI KEJADIANNYA

Minggu, 25 April 2021
Bandiman yang tengah berisitirahat di samping sebuah masjid di Jalan Gayam, Kota Yogyakarta didatangi oleh seorang wanita pada sore hari itu.

“Dia bilang saya tidak punya aplikasi tapi saya ingin mengirimkan paket takjil ke Vila Bukit Asri di Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, Bantul,” ujar Bandiman saat ditemui di rumahnya, Selasa (27/4/2021).

Bandiman menerima permintaan wanita tersebut. Bahkan, wanita itu meminta berapa tarif yang harus dibayar. “Terus saya ditanya minta berapa terus saya minta Rp 25 ribu dan malah dikasih Rp 30 ribu tidak usah mengembalikan kembaliannya,” ucapnya.

Namun setelah tiba di rumah tujuan yakni rumah Tomy, pihak penerima menolak makanan itu dengan alasan tak mengenal pengirimnya. Orang yang berada di rumah Tomy saat itu meminta Bandiman membawa makanan itu pulang untuk berbuka puasa.

Pukul 17.00 WIB

Saat itu anak keduanya yakni Naba pulang dari TPA membawa makanan takjil berupa gudeg, tapi dia tidak terlalu suka. Naba lalu memakan sate beserta lontong dan bumbunya bersama sang ibu.

Naba mengeluh merasakan pahit dan panas, lalu dia berlari ke kulkas untuk meminum air es. Naba lalu terjatuh sementara ibunya muntah-muntah.

Keduanya lalu dilarikan ke RSUD Kota Yogyakarta usai magrib. Sang anak sempat mendapat tindakan selama 15 menit namun akhirnya nyawanya tak tertolong. Sedangkan istri Bandiman mendapatkan perawatan.

Kamis, 29 April 2021

Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi memastikan bahwa bumbu sate yang dimakan oleh Naba dan istri Bandiman positif mengandung racun jenis C. Racun tersebut ditemukan pada bumbu sate, sedangkan pada sate yang tidak terkena bumbu tidak ditemukan adanya kandungan racun.

Jumat, 30 April 2021

Polisi akhirnya menangkap pelaku takjil sianida bernama Nani Aprilliani Nurjaman (25) di rumahnya Kalurahan Potorono, Kapanewon Banguntapan, Bantul.

“Ditangkap di Potorono, di rumah dan tersangka tinggal sendiri,” ujar Direskrimum Polda DIY Kombes Burkan Rudy Satria dalam jumpa pers siang tadi. #

Wartawan: Charle | berbagai sumber