Sampai Wagub Terpapar, Penyerapan Anggaran Covid Pemprov Kaltim Baru 20 persen

oleh -152 views
Sekdaprov M Sabani dan Syafruddin Anggota DPRD Kaltim.

SAMARINDA, beritakaltim.co- Kondisi penyebaran wabah Covid-19 di Kalimantan Timur kian menunjukkan grafik mengkuatirkan. Bahkan menimpa Wakil Gubernur Hadi Mulyadi yang saat ini terpaksa isolasi mandiri lantaran terkonfirmasi positif Covid-19. Nah, ironinya, dari sisi penyerapan anggaran Covid-19 yang disiapkan Pemprov, baru terserap sekitar 20 persen.

Hal tersebut dikatakan oleh Penjabat Sekda Prov Kaltim, M Sabani. Menurutnya penyerapan untuk keseluruhan anggaran penanganan dan penanggulangan Covid 19 masih disekitar 20 persen dan itu meliputi semua sektor.

“Sekitar 20 persen dan rata-rata untuk semuanya,” keterangan singkat Sabani saat dikonformasi via whatsApp, Senin (20/7/2020).

Sementara dikonfirmasi terpisah, Wakil Ketua Pansus percepatan penanganan dan penanggulangan dampak Covid-19, Syafruddin mengatakan, kurangnya penyerapan anggaran covid-19 oleh Pemprov tidak lepas dari kebijakan pemerintah pusat terutama pada pengadaan alat kesehatan.

“Ini udah saya prediksi sejak awal munculnya covid, karena penanganan covid ini diambil alih oleh pemerintah pusat melalui BNPB, sehingga pengadaan peralatan medis yang direncanakan oleh pemerintah daerah hanya sia-sia karena ketersediaan barangnya yang kosong udah diborong oleh pemerintah pusat, sehingga pemerintah daerah hanya bisa belanjakan kepada hal-hal yang kecil, misalnya pengadaan vitamin. Begitu juga di sektor bantuan tunai kepada masyarakat yang terdampak, juga menjadi masalah karena pemerintah pusat ikut andil memberi bantuan sosial. Belum lagi pemerintah kabupaten dan kota juga ambil peran di sini, sehingga Pemprov yang nggak punya data jadi kelabakan dan ini yang menyebabkan serapan anggarannya menjadi rendah,” urai Syafruddin.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa bang Udin ini mengapresiasi langkah pemerintah provinsi mewajibkan bagi warga yang masuk ke Kaltim supaya melakukan tes swab.

“Langkah yang sudah diambil oleh gubernur melalui keputusan gubernur kaltim tentang bagi orang yang masuk ke wilayah kaltim harus menunjukkan hasil swab, meskipun berbenturan dengan keputusan Menteri kesehatan dan gugus tugas dan itu salah satu upaya Pemprov kaltim dan sangat kita apresiasi itu dan sekarang langkah yang efektif itu adalah menyiapkan fasilitas sebagai penunjang, agar minimnya penyebaran covid yaitu membagi masker gratis kepada rakyat,” bebernya. #

Wartawan: Heriman