Sat Reskrim Polres Kukar Selidiki Penambangan Liar Sebulu dan Jetty Jongkang

oleh -424 views
Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Yusuf Sutejo. Foto: Ist

BERITAKALTIM.CO- Aktivitas pertambangan ilegal di Desa Sebulu Modern, Kecamatan Sebulu serta keberadaan 2 Jetty atau dermaga bongkar muat batu bara di Desa Jongkang, Kabupaten Kukar, mendapat tanggapan dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kaltim, melalui Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Kaltim, Komisaris Besar Polisi Yusuf Sutejo.

Ia mengatakan bahwa terkait hasil investigasi mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan Kalimantan Timur (AMPL-KT) ke lokasi pertambangan di Kutai Kartanegara, pihak Ditreskrimsus Polda Kaltim telah melakukan koordinasi dengan Reskrim Polres Kutai Kartanegara dan akan mengambil langkah penyelidikan.

“Mohon izin komandan menyampaikan, kami sudah koordinasi dengan pak Kasat Reskrim. Untuk jawaban pak Kasat Reskrim sebagai berikut. Sat Reskrim Polres Kukar akan mengambil langkah penyelidikan terkait tambang yang di Sebulu Modern Kecamatan Sebulu dan Jetty yang di desa Jongkang, kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kukar. Hasil investigasi mahasiswa,” urai Kombes Polisi Yusuf Sutejo, melalui pesan yang diteruskan yang diterima oleh media ini, Sabtu (18/12/2021).

Sebelumnya untuk diketahui, Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan Kalimantan Timur (AMPL-KT) melalui Agus Setiawan menyebutkan adanya korupsi berjamaah dalam praktik illegal mining di Kabupaten Kutai Kartanegara. Mahasiswa melihat adanya konspirasi antara oknum pengusaha, oknum pemerintah dan oknum penegak hukum dalam melakukan pencurian sumber daya alam batu bara.

Para aktivis Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan Kalimantan Timur yang melakukan investigasi mengurai bagaimana tahapan-tahapan pelanggaran hukum yang terjadi dalam praktik illegal mining. Mulai dari eksploitasi tambang di lahan-lahan tanpa adanya izin memadai, pengangkutan ke Jetty hingga pengangkutan ke vessel yang berada di Muara Sungai Mahakam.

Aliansi mahasiswa menyoroti peran dua dermaga di Desa Jongkang yang diduga menjadi tempat pengumpulkan batu bara yang digali secara ilegal. Juga peran pengusaha lokal yang terakses dengan pengusaha nasional berinitial P dan diduga menjadi ‘diregen orkestra’ pengatur berlangsungnya seluruh kejahatan ekonomi ini.

“Yang kami heran, aparat hukum seolah-olah hilang dalam kasus pencurian sumber daya alam ini,” ujarnya.

Oleh karena itu, Agus Setiawan meminta kepada Kapolda Kalimantan Timur agar mengambil langkah tegas dalam menyelesaikan kasus penjarahan sumber daya alam tersebut.

“Kami minta kepada Kapolda Kaltim agar mengambil langkah tegas dalam penegakan hukum terutama terhadap para penjarah SDA yang ada. Kami percaya bahwa bapak Kapolda bisa melakukannya dan kami percaya bahwa kepolisian merupakan lembaga yang mampu mengemban amanah rakyat dan berkerja sesuai dengan peraturan yang berlaku,” harapnya.

Sebelumnya Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi juga mengatakan agar kasus tambang ilegal diadukan kepada polisi. “Saya tidak bisa menduga-duga. Adukan saja ke polisi,” ujar Wagub Hadi Mulyadi. #

Wartawan: Heriman

No More Posts Available.

No more pages to load.