SBY Buka-bukaan Soal Hubungannya dengan Megawati

oleh -1.387 views

JAKARTA, BERITAKALTIM.com- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan penjelasan mengenai situasi politik akhir-akhir ini. Menyangkut pemilihan pimpinan DPR di mana Partai 350-1 copyDemokrat yang dipimpinnya sehingga memilih paket bersama Koalisi Merah Putih, juga tentang komunikasi dirinya dengan Ketua PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
Penjelasan SBY disampaikan melalui akun twitter atas namanya sendiri @S.B.Yudhoyono. Berikut kultwit yang ditulis bersamaa hari raya Idul Adha 5 Oktober 2014, sekitar jam 17.00 WITA.
– Sudah lama banyak yg tanyakan & sayangkan mengapa kami berdua tidak bisa saling bicara langsung utk kebaikan bangsa. *SBY*
– Belakangan ada pernyataan seolah-olah saya menutup diri terhadap komunikasi & silaturahim dgn Ibu Mega. *SBY*
– Benar, 10 tahun ini saya berupaya utk bisa bersilaturahim & jalin komunikasi kembali dgn Ibu Megawati. Tetapi Allah belum mengizinkan. *SBY*
– Almarhum Bapak Taufik Kiemas, sampai akhir hayatnya, juga ingin kami berdua bisa menjalin komunikasi lagi demi kebaikan bangsa. *SBY*
– Cukup sering saya bertemu Pak Taufik Kiemas & Mbak Puan. Juga para pimpinan PDIP, yg dikatakan menyampaikan pesan dr Ibu Mega. *SBY*
– Selama ini pesan Ibu Mega saya respons positif. Jika tidak mungkin saya lakukan sebagai Presiden, juga saya sampaikan baik-baik. *SBY*
– Berkaitan dgn dinamika politik sebelum Pilpres 2014 lalu, saya juga menyampaikan pesan kesiapan saya utk bertemu Ibu Mega. *SBY*
– Sayang, respons yang saya terima kurang positif. Pertemuan urung terlaksana. Publik & media, saya kira juga tahu. *SBY*
– Kini, akan saya jelaskan jam-jam menjelang dilakukannya pemilihan unsur pimpinan DPR RI yg lalu, khususnya komunikasi yg terjadi. *SBY*
– Tgl 30 September 2014 mlm, sy bertemu Pak Jokowi (Presiden Terpilih) & Pak Hatta Rajasa di Istana Negara utk bicarakan politik terkini *SBY*
– Pertemuan dgn Pak Jokowi berlangsung baik. Ketika PDIP inginkan kebersamaan di DPR, saya sampaikan pertemuan SBY-Mega penting. *SBY*
– Pertemuan saya dgn Pak Jokowi selama ini baik & konstruktif. Pertemuan antara Presiden “incumbent” dgn Presiden Terpilih. *SBY*
– Tetapi, utk sebuah kebersamaan politik antara PDIP & PD, tentunya yg mesti bertemu adalah kedua pemimpin partai. Itu pikiran saya. *SBY*
– Jika kedua Ketua Umum (PDIP & PD) bertemu, maka akan saling mengetahui kehendak, niat & semangat yang baik utk sebuah kebersamaan. *SBY*
– Namun, nampaknya pertemuan penting di saat “kritis” itu tidak terjadi. Saya mendengar nanti pada saatnya Bu Mega akan “menerima” saya. *SBY*
– Tgl 1 Oktober 2014, setelah menghadiri Pelantikan Anggota DPR, DPD & MPR, Pak JK, sahabat saya, temui saya di Gedung DPR. *SBY*
– Intinya, Pak JK mengatakan akan baik jika ada solusi bersama utk mengatasi situasi politik yg mengkhawatirkan. Pikiran itu jernih. *SBY*
– Saya respons bahwa saya setuju & pikiran saya sama. Kuncinya, sekali lagi, jika ada pertemuan & komunikasi langsung saya dgn Ibu Mega. *SBY*
– Hingga 1 Oktober malam, pertemuan yang sudah lama saya harapkan itu memang tidak terjadi. *SBY*
– Demikianlah penjelasan saya, agar duduk persoalannya menjadi jelas. Semoga Idul Qurban ini menjadi momen yg baik bagi kita semua. *SBY*