Serapan PAD Turun, Kepala Bappeda Kaltim Buka Suara

oleh -939 views
HM Aswin, Kepala Bappeda Kaltim.

BERITAKALTIM.CO- Penyerapan Anggaran Daerah (PAD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) disinyalir mengalami penurunan. Hal ini diungkap oleh Anggota DPRD Provinsi Kaltim Komisi III Syafruddin saat diwawancarai Wartawan, Senin (5/11/2020).

“Turun jadi 9 trilliun aja sekarang menurut KUA (Kebijakan Umum Anggaran) ini. Dulunya 11 trilliun inikan sisa 9, inilah yang dibahas DPRD. Kenapa bisa turun pendapatan dan sektor apa saja, jadi besok kemungkinan besar kita akan undang TAPD, untuk mempertanyakan kenapa bisa turun pendapatan sektor misalnya PAD kita 4,6 trilliun aja, kemudian DBH kita hanya 3 sekian Trilliun dan semacamnya,” ungkap Syafruddin.

Menjawab hal tersebut, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kaltim Prof. Dr. Ir. H. M. Aswin, MM mengatakan, bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya serapan PAD Kaltim hari ini.

Aswin mengungkap bahwa laju pertumbuhan ekonomi Kaltim terkontraksi sampai 5,4 persen dan masuk dalam katagori negatif. Akibatnya, beberapa kegiatan industri terkhususnya yang bersifat ekstraktif, mengalami penurunan, khususnya dibidang perkebunan sawit, dan pertambangan batu bara yang menjadi komoditi utama Bumi Etam saat ini.

“Ekspor mereka juga tidak mau terima karena pembeli juga sedang terkena masalah, pertambangan juga, batu bara sekarang lagi turun harganya, kemudian kegiatan yang berkaitan dengan itu banyak disetop. Kilang minyak di Balikpapan juga direnovasi, sehingga banyak pemutusan hubungan kerja dari sektor induk Pertamina meskipun yang bekerja juga ada,” ungkap Aswin saat diwawancarai, Senin (5/11/2020).

Lebih jelasnya. Aswin mengungkapkan bahwa data tersebut bisa diperoleh di Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim. Namun, ia mengungkapkan bahwa tidak seluruh sektor terkena dampak penyerapan tersebut secara signifikan.

“Yang banyak meningkat itu adalah kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan konsumen, seperti Farmasi kemudian Teknologi Informasi, itu banyak digunakan oleh masyarakat, meskipun penghasilannya tidak sebanding dengan industri ekstraktif, tapi kita rasa menjadi hal yang cukup baik lah di masa seperti ini,” pungkas Aswin. #

Wartawan: Sam

No More Posts Available.

No more pages to load.