Setelah Verifikasi dengan Bayan Resources, DPRD Kaltim Kejar Forum CSR

oleh -36 Dilihat
Ketua Komisi IV, Akhmed Reza Fachlevi.

BERITAKALTIM.CO- Komisi IV DPRD Kalimantan Timur memanggil manajemen PT. Bayan Resources (BR) untuk mengklarifikasi terkait anggaran Corporate Social Responsibility (CSR) yang disinyalir diberikan ke lembaga di luar Kaltim.

Ketua komisi IV Akhmed Reza Fachlevi mengatakan, pertemuan tersebut mendengarkan klarifikasi terkait PT BR yang menyalurkan CSR-nya ke lembaga pendidikan di luar Kaltim.

Namun pihak PT BR tetap bersikukuh bahwa anggaran yang diberikan ke kampus di Pulau Jawa itu merupakan anggaran pribadi dari pemilik perusahaan.

“Ini kita mau meminta klarifikasinya dan dari kami menitipkan beberapa catatan dan rekomendasi,” ujar Reza usai rapat, Selasa (17/5/2022).

Jikapun yang diberikan tersebut merupakan dana abadi yang diberikan ke kampus yang ada di Pulau Jawa, maka masyarakat di Kaltim juga meminta hak yang sama.

“Kan beroperasi-nya di Kaltim, maka kita berharap PT BR dapat memberikan sumbangsihnya untuk Kaltim. Jangan hanya memberikan luka tapi manfaatnya orang lain yang dapatkan,” tegasnya.

Pada kesempatan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Kaltim, pihak manajemen PT BR membeberkan sejumlah program perusahaan yang diperuntukkan ke sejumlah wilayah, antara lain Muara Kaman dan Tabang.

“Berdasarkan usulan dari sejumlah anggota komisi IV, maka untuk menindaklanjuti pertemuan tadi akan ada Pansus, termasuk revisi Perda tentang tanggung jawab sosial dan lingkungan. Walaupun sudah ada saat ini namun perlu adanya revisi,” paparnya.

Selain itu pihaknya akan memanggil seluruh forum CSR yang ada di Kaltim, yang jelas untuk saat ini kami akan memfasilitasi pertemuan antara masyarakat dengan manajemen PT Bayan.

“Ternyata Forum CSR itu ada banyak, dari forum CSR khusus ESDM, Kemensos dan hal lainnya. Oleh sebab itu Komisi IV akan mengundang keseluruhan forum CSR,” pungkasnya.

Masalah CSR yang berbuntut dipanggilnya manajemen PT Bayan Resources ke gedung wakil rakyat Kaltim bermula dari kritikan Wakil Gubernur Hadi Mulyadi. Wagub beberapa waktu lalu mengatakan ada perusahaan batu bara yang beroperasi di Kalimantan Timur, namun ternyata menyalurkan CSR kepada perguruan tinggi yang ada di luar Kaltim. Sementara perguruan tinggi di Kaltim justru tidak ada yang dapat.

Pernyataan Wagub langsung mendapat respon masyarakat. Umumnya warga Kaltim tersulut dan menyalahkan perusahaan. Belakangan pihak perusahaan mengatakan kalau anggaran yang didistribusikan ke universitas di Pulau Jawa itu bukanlah CSR perusahaan, tapi merupakan anggaran pribadi pemilik / pemegang saham. #

Wartawan: Heriman

No More Posts Available.

No more pages to load.