Tak Dapat Aliran Listrik, Warga Teluk Pandan Kutim Sandera Mobil PLN

oleh -1.775 views

penyanderaan di Kutai TimurSANGATTA, BERITAKALTIM.com- Warga Desa Kandilo Kecamatan Teluk Pandan beramai-ramai menyandera 4 mobil operasional PLN yang sedang membenahi tiang listrik di Jalan Kilometer 9 Sangatta-Bontang, Selasa (13/1/2015). Dalam aksinya warga melakukan penggembosan ban mobil milik PLN dan menggunakan salah satu mobil truk operasional PLN sebagai pangung orasi.

Warga Desa Kandilo yang berjumlah sekitar 150 orang tersebut, datang secara spontan ke jalan Kilometer 9, tempat karyawan PLN melakukan perbaikan salah satu tiang listrik. Aksi warga sempat memacetkan arus lalulintas Sangatta-Bontang selama 3 jam.

Kepala Desa Kandilo, Anwar mengaku tidak mengetahui aksi warga yang spontan ini. “Kami selaku Kepala Desa tidak diberitahu kalau mau melakukan aksi ini. Saya mendengar ada aksi demo warga, langsung meluncur ke tempat kejadian untuk memastikan tidak terjadi hal-hal yang anarkis,” ujarnya.

Dalam aksi tersebut warga minta kepada karyawan PLN yang sedang bekerja untuk memanggil manajer operasional PLN cabang Bontang untuk menemui warga. Hal ini terjadi karena warga kecewa dengan pelayanan PLN yang tidak kunjung mengalirkan listrik ke Desa Kandilo. Dalam orasinya warga bersikukuh akan tetap menyandera mobil operasional PLN dan menghentikan kegiatan PLN sebelum ada jaminan dari manajer PLN. 

Setelah menunggu sekitar dua jam, manajer PLN Cabang Bontang, Laode Lawati, datang menemui warga didampingi Kapolsek Teluk Pandan dan Kepala Desa Kandilo. Warga melalui perwakilan yang ditunjuk yaitu Ali menyampaikan aspirasinya ke PLN agar segera mengalirkan listrik ke warga Desa Kandilo secepatnya. 

Menanggapi tuntutan warga, Laode Lawati berusaha menjelaskan kendala yang dialami PLN dalam mengalirkan listrik ke Desa Kandilo. “Sebenarnya kami sangat ingin melayani warga Kandilo, akan tetapi, kami terkendala dengan aturan dari pihak Balai Taman Nasional Kutai,” ujarnya.

Pada tanggal 10 Desember 2014, lanjut Laode, pihak PLN sudah rapat dengan pihak Balai Taman Nasional di Samarinda dengan point: berdasar SK Menteri Kehutanan no. 718 Menhut tanggal 29 Agustus 2014 telah disetujui perubahan fungsi, dari hutan konservasi menjadi areal pengunaan lain seluas 78.016 hektar termasuk di dalamnya Kandilo.

Sambil membacakan SK Menteri, Laode Lawati meneruskan penjelasannya bahwa pihaknya masih menunggu tapal batas dan SK penetapan kawasan TNK dari Menteri Kehutanan dan Menteri Lingkungan Hidup yang akan turun bulan Juli 2015. “Berdasarkan kesepakatan antara PLN dan TNK, PLN masih menunggu SK penetatapan kawasan TNK yang sudah dienklave. Insyaallah terbit bulan Juli 2015,” katanya.

Mengenai jaringan listrik yang melintas kawasan TNK antara Bontang-Sangatta, Laode menjelaskan bahwa sudah ada kesepakatan antara Dirut PLN dan Menteri Kehutanan bahwa jaringan bisa diopersikan akan tetapi hanya untuk suplai ke Sangatta saja.

Mendengar jawaban dari pihak PLN warga tidak menerima kalau menunggu sampai enam bulan. Warga minta jaminan dengan pemasangan travo di Desa Kandilo. Menanggapi permintaan warga tersebut, Laode Lawati menyanggupi pemasangan tiga travo di Desa Kandilo dalam waktu satu bulan. Mendengar jawaban tersebut warga mulai tenang. 

Setelah terjadi kesepakatan antara warga dan PLN yang dituangkan dalam surat perjanjian, warga merasa lega seraya membubarkan diri dengan tertib. Mobil operasional PLN yang tadinya disandera dan dikempiskan bannya dipompa kembali oleh warga. Aktifitas kerja karyawan yang memperbaiki tiang listrik kembali berjalan normal bahkan mendapat jaminan dari warga. #hus