Takut Diamuk Massa, Rekonstruksi Pembunuhan Kakak Oleh Adiknya di Mapolresta Samarinda

oleh -44 Dilihat

adegan rekonstruksi pembunuhan kakak kandungSAMARINDA, BERITAKALTIM.com- Dengan alasan keamanan dan permintaan tersangka, rekontruksi pembunuhan Rahim yang dilakukan Haris akhirnya digelar di Mapolresta Samarinda. Bahkan rekontruksi kakak beradik ini tanpa dihadiri anak dan isteri korban selaku saksi yang melihat peristiwa tersebut. Dari rekontruksi tersebut ada 25 adegan yang diperagakan tersangka yang didampingi penasehat hukumnya.

“Sengaja rekontruksi ini kita gelar di mapolresta untuk keamanan tersangka dan atas permintaan tersangka yang takut jadi sasaran amuk warga,” kata Kompol Selamet Ramelan, Kasat Reskrim Polresta Samarinda pada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (06/01/2015) siang.
Adegan rekonstruksi bermula dari perbincangan kakak beradik pada hari Kamis (11/12/2015) pagi di
ruang tamu sambil minum kopi. Saat itu keduanya sepakat akan mendirikan kandang kambing di belakang rumah kontrakannya. Dengan rencana tersebut, tersangka meminta tolong isteri korban untuk
mengambilkan celana pendek yang akan dipakai saat membuat kandang.
Sebelum pembunuhan terjadi, tersangka sempat berpamitan pada korban untuk keluar rumah namun dihalangi hingga akhirnya terjadi cekcok. Puncaknya, tersangka menikam perut korban setelah sebelumnya sempat dipukul korban menggunakan balok kayu. Tidak cuma itu, tersangka juga menikam punggung dan diakhiri dua tikaman di bagian perut hingga membuat korban tewas di lokasi kejadian.
Selama peragaan beberapakali tersangka sempat menolak beradegan karena menganggap tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya. Salah satunya adegan saat tersangka pamit keluar rumah dan korban dalam posisi tidur. Tersangka bersikeras pamit tersebut dilakukan saat korban sudah keluar dari kamar tidur.
Usai rekontruksi, rencananya berkas perkara tersangka akan diajukan ke kejaksaan karena diangap sudah lengkap. “Secepatnya berkas tersangka kita ajukan ke jaksa karena seluruh pemeriksaan sudah lengkap,” kata Kompol Selamet Ramelan mengakhiri. #Ahz

=

Teks Foto: Salah satu adegan rekonstruksi pembunuhan.

No More Posts Available.

No more pages to load.