Tanggul Limbah Tambang PT BDMS Jebol,  Cemari Sungai di Malinau

oleh -2.961 views

NUNUKAN, BERITAKALTIM.CO- Air Sungai Malinau dan Sungai Sesayap Kabupaten Malinau Kalimantan Utara tercemar limbah tambang batu bara karena penampungan limbah milik PT Baradinamika Muda Sukses (BDMS) jebol pada tanggal 4 Juli 2017.

Koordinator Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Wilayah Kalimantan Utara Theodorus mengatakan, akibat jebolnya tanggul membuat limbah batu bara mencemari mencemari air Sungai Malinau dan Sungai Sesayap. Padahal kedua sungai tersebut merupakan sumber kebutuhan air bagi warga Kabupaten Malinau.

Akibatnya PDAM di Kabupaten Malinau tidak bisa mengolah bahan baku air dari kedua sungai tersebut karena tingkat pencemaran yang cukup tinggi.

“PDAM itu tidak bisa produksi karena air sungai sangat keruh sekali sehingga warga kesulitan mendapat air bersih, “ujarnya, Senin (10/07/2017).

JATAM Malinau juga meminta 4 perusahaan tambang lainnya yang beroperasi di Kabupaten Malinau Kalimantan Utara ditutup. Ke 4 perusahaan tambang batubara masing masing PT Kayan Putra Utama Coal (KPUC), PT Baradinamika Muda Sukses (BDMS) dan PT Mitrabara Adiperdana (MA) dan PT Artha Marth Nahakramo (AMNK).

Permintaan penutupan karena perusahaan itu diitengarai tidak melakukan pengolahan limbah kegiatan tambang sebagai mana ditentukan undang undang. Bahkan ditengarai langsung membuang limbah ke sungai.

”Yang kita temukan mereka tidak mengolah limbah. Perusahaan tersebut langsung membuang ke sungai yang mengakibatkan sungai tercemar,” imbuhnya.

Pasca jebolnya tanggul penampungan limbah batubara milik PT Baradinamika Muda Sukses (BDMS) , ke 4 perusahaan tambang nakal tersebut telah membuat kesepakatan dengan warga terdampak pencemaran yang tergabung dalam Forum Pemuda Peduli Malinau (FPPM) yang menghasilkan kesepakatan di depan notaris.

Diantara kesepakatan tersebut adalah, perusahaan menutup operasional pertambangan sejak tanggl 5 Juli untuk melakukan perbaikan pengolahan limbah sesuai dengan rekomendasi dari Dinas Lingkungan hidup. Kemudian forum leluasa melakukan pengawasan, perusahaan melakukan pertemuan dengan PDAM untuk mencari solusi terkendalanya layanan kepada warga dan perusahaan siap dicabut izinnya jika masih ditemukan pelanggaran terhadap lingkungan.

Sayangnya salah satu perusahaan Baradinamika Muda Sukses (BDMS) melanggar kesepakatan tersebut dan tetap menjalankan kegiatan penambangan.

“Belum ada persetuajuan dari BLHD dan Forum Pemuda Peduli Malinau tiba tiba melakukan Holing (kegiatan tambang),”ucap Theodorus.

Warga yang tergabung dalam Forum Pemuda Peduli Malinau mengaku akan melakukan penutupan paksa terhadap kegiatan penambangan PT Baradinamika Muda Sukses (BDMS) jika pihak perusahaan tetap membandel tidak mengindahkan surat persetujuan yang telah mereka bikin dan tetap melaksanakan kegiatan tambang. #dhi