Tengah Malam di Tengah Lautan, 4 Pemancing Ini Diselamatkan Basarnas

oleh -387 views
Evakuasi 4 pemancing oleh Tim Basarnas Kaltim, Jumat (9/4/2021) dini hari.

BERITAKALTIM.CO- Cuaca buruk dalam dua pekan terakhir tak menyurutkan 4 pemancing menyalurkan hobinya. Meminjam kapal rekan mereka, akhirnya keempatnya meninggalkan pantai Batakan Sepinggan Balikpapan menuju Selat Makassar.

Nahas terjadi, setir kapal patah saat kapal sudah berada di tengah laut. Diiringi hujan dan angin kencang keempat pemancing Jumain, Rudi, Rahmat dan Rudiansyah, terombang-ambing di tengah lautan.

Peristiwa itu terjadi tengah malam. Diliputi suasana putus asa, keempat pemancing berusaha memperbaiki setir yang patah namun tidak bisa. Pandangan mata mereka saat itu hanya melihat sebuah lampu di Sepinggan Balikpapan.

Cerita itu disampaikan para korban setelah diselamatkan tim Basarnas Kaltim. Tim Basarnas memperoleh laporan dari seorang anak muda bernama Rizki. Sekitar pukul 23.55 WITA, Rizki datang tergesa-gesa ke Kantor Basarnas yang juga disebut Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan.

Rizki menceritakan kepada petugas piket Basarnas yang stanby, kalau teman-temannya saat ini sedang terombang-ambing di tengah lautan. Kabar itu diperolehnya, karena salah satu pemancing menghubunginya via telepon genggam yang masih terhubung sinyal. Rizki diminta teman-temannya agar melaporkan kejadian kecelakaan laut itu kepada Basarnas.

Tidak menunggu lama, tim Basarnas dengan peralatan lengkap SAR segera bergerak. Petugas terlebih dulu menghubungi nomor telepon yang dapat dikontak, lalu meminta agar menurunkan jangkar agar kapal tidak bergerak terlalu jauh.

Jarak dari daratan ke tempat kapal keempat pemancing terombang-ambing sekitar 1 jam. Menurut Kepala Basarnas Kaltim melalui Kasie Operasi Oktavianto, pada jam 01.30 Wita, Jumat (9/4/2021) dini hari, tim Basarnas berhasil mengevakuasi keempat pemancing. Sementara kapal yang rusak dibiarkan mengapung dengan jangkar.

“Sudah dua minggu ini cuaca tidak baik. Masih ada yang nekat menyalurkan hobi,” tutur Octavianto. Setelah dievakuasi, empat pemancing dikembalikan kepada pihak keluarga. Operasi juga ditutup hari itu juga. #