Terima Penghargaan Menpan, Bapenda Kaltim Optimistis Target PAD Tercapai

oleh -296 views
Hj Ismiati, Kepala Bapenda Kaltim.

BERITAKALTIM.CO- Satu lagi penghargaan diberikan kepada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kalimantan Timur. Penghargan diberikan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN & RB) yang diterima oleh Sekretaris Daerah M Sabani.

“Ya, kita sangat berterima kasih dengan penghargaan ini. Tentu memacu semua unit layanan Bapenda di kabupaten/kota se Kaltim,” kata Hj Ismiati kepada beritakaltim, usai acara Musrenbang di Pendopo Odah Etam Komplek Kantor Gubernur Kaltim Jalan Gajah Mada Samarinda, belum lama ini.

Kementerian PAN & RB memberikan penghargaan kepada Bapenda atas Penyelenggara Pelayanan Publik yang dilaksanakan melalui UPTD Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah Wilayah Samarinda. Kementerian PAN & RB memberikan nilai dengan katagori baik.

Hj Ismiati menjelaskan, salah satu tugas fungsi Bapenda adalah melakukan pemungutan pajak kendaraan bermotor yang dilakukan oleh UPT (Unit Pelaksana Tekhnis) PPD (Pengelolaan Pendapatan Daerah). Di dalamnya bergabung Bapenda Provinsi, Polri dan Jasa Raharja. Kementerian PAN & RB menilai unit pelayanan UPTD Samarinda baik berdasarkan ukuran beberapa komponen.

Dari penghargaan tersebut, Hj Ismiati melihat perlunya memacu semua unit pelayanan yang tersedia di kabupaten dan kota se-Kaltim bisa sejajar grade, bahkan naik kelas dari yang ada di Kota Samarinda. Bapenda berusaha memenuhi standard-standard pelayanan publik sesuai dengan SOP (standard operasional prosedur).

Di unit pelayanan Samarinda, para wajib pajak menerima pelayanan secara langsung. Di masa pandemi, pelayanan juga disesuaikan dengan standar protokol kesehatan di mana jarak bangku untuk menunggu layanan diatur agar tidak terjadi kerumunan.

“Selain pelayanan langsung, kita kan juga sudah ada pelayanan online,” ujar Hj Ismiati.

Bapenda Kaltim tahun 2020 diakui mengalami penurunan penerimaan diakibatkan dimulainya masa pandemi covid-19. Lantaran itu, Bapenda mengubah target-target penerimaan menyesuaikan kondisi yang terjadi seperti adanya pelemahan ekonomi masyarakat akibat covid-19.

Namun Hj Ismiati optimistis tahun 2021 Bapenda program pemulihan ekonomi yang dilaksanakan pemerintah bakal berdampak pada penerimaan pajak di Bapenda. Tahun 2021, dengan APBD Kaltim ditetapkan sebesar Rp9,5 triliun, target perolehan masih didominasi PAD (Pendapatan Asli Daerah) Rp5,3 triliun dan dana transfer hanya sekitar Rp4,1 triliun.

Sementara tahun 2022, proyeksi APBD Kaltim diperkirakan sudah kembali ke Rp11 triliun, dengan dominasi PAD sebesar Rp5,9 triliun. Begitu pula tahun 2023, APBD diproyeksi sebesar Rp12,1 triliun dengan PAD direncanakan Rp7 triliun lebih.

“Dari target-target itu nampak sekali peran PAD sangat tinggi dalam mengisi APBD Kaltim. Lantaran itu kita harus terus melakukan penguatan pada sektor pendapatan daerah ini,” ujarnya. #

Wartawan: Hardi