Terkait Refocusing, Wali kota Balikpapan Tunggu Persetujuan Mendagri

oleh -206 views
Wali kota Balikpapan Rizal Effendi.

BERITAKALTIM.CO- Dalam waktu dekat Pemerintah Kota Balikpapan akan memastikan masalah refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19 di tahun 2021.

Walikota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan, pihaknya telah mengajukan permohonan resmi kepada Kementerian Dalam Negeri untuk kembali melakukan kebijakan refocusing Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Balikpapan Tahun 2021.

Di lain pihak, DPRD juga sudah membuka opsi kembali melakukan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19.

“Di tahun 2021 ini, situasinya tidak seperti yang kita harapkan, harusnya kita sudah menangani masalah recovery ekonomi tapi pada kenyataannya kita masih bergulat dengan Covid-19,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (2/2/2021).

Dijelaskannya, Menteri Dalam Negeri telah menyetujui usulan rencana refocusing dalam upaya percepatan penanganan pandemi Covid-19 yang masih berlanjut di Kota Balikpapan.

Namun untuk pelaksanaannya, pihaknya masih menunggu surat resmi dari Kementerian Dalam Negeri untuk melakukan refocusing anggaran yang ada.

“Pada dasarnya Mendagri setuju apabila dilakukan refocusing baru, untuk mekanisme komposisi anggarannya kita masih menunggu petunjuk dari Mendagri, karena Mendagri juga saat ini masih menunggu usulan dari beberapa daerah,” jelasnya.

Disampaikannya, secara pribadi dirinya berpendapat untuk refocusing anggaran lebih baik melalui Satgas Covid-19 dibandingkan melalui OPD. Karena lebih cepat dalam proses penggunaannya dibanding melalui OPD yang harus ada mekanisme lelang.

“Nanti kita tunggu surat Mendagri karena memang keputusan akhir nanti ada di Mendagri terkait petunjuk teknis pelaksanaan renovasi anggaran tersebut, memang kalau bicara pengalaman di tahun 2020 lalu lebih baik memang untuk penganggaran dalam pelaksanaan  melalui Satgas lebih cepat,” lanjutnya.

Kondisi anggaran pembiayaan program penanganan Covid-19 di tahun 2021 tersedia sekitar Rp 25 miliar anggaran yang dialokasikan melalui Dinas Kesehatan Kota Balikpapan. Sedangkan anggaranDana Tidak Terduga (DTT) yang disiapkan untuk pembiayaan kejadian bencana sekitar Rp 15. #

Wartawan: Thina