Tidak Lolos Tes, Puluhan Pegawai Honorer Malinau Unjukrasa

oleh -519 views
Aksi unjukrasa para pegawai kontrak dan honorer yang dinyatakan tidak lolos tes.

BERITAKALTIM.CO- Sekitar 80 warga yang dinyatakan tidak lulus tes penerimaan pegawai Non aparatur sipil negara (ASN) melakukan demonstrasi ke gedung DPRD Malinau. Mereka tidak menerima keputusan itu, apalagi sebagian besar dari mereka adalah pegawai kontrak dan honorer yang telah mengabdi puluhan tahun di lingkungan Pemkab Malinau.

Aksi unjukrasa, Senin (14/6/2021), setelah munculnya pengumuman hasil tes yang dilaksanakan bulan Januari 2021. Pemkab Malinau melakukan rekrutmen kembali kepada pegawai yang sudah habis masa kontrak pada periode sebelumnya.

Karena diantara para pegawai ada yang telah bekerja hingga belasan tahun sebagai tenaga kontrak dan honorer, mereka meminta keadilan. Dalam orasi para pengunjukrasa juga membawa spanduk yang isinya: “Turunkan Sekda dan BKPP serta batalkan hasil tes”.

Ada juga tulisan spanduk yang menyatakan; “Agar Bupati dan Sekda Malinau, dalam waktu 2×24 jam segera membatalkan hasi tes penerimaan tenaga kontrak dan tenaga honor daerah”.

Setelah menyampaikan orasi di depan halaman kantor DPRD Malinau, 10 orang dari perwakilan pengunjuk rasa diperbolehkan untuk berdialog dengan anggota DPRD di ruang rapat yang dipimpin langsung oleh ketua DPRD Malinau, Ping Ding.

Anggota DPRD Malinau menemui para pengunjukrasa.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan demonstran menyampaikan beberapa tuntutan mereka yang sejak awal disiapkan. Ada Empat poin tuntutan yang mereka sampaikan.

Yang pertama, membatalkan hasil tes tenaga kontrak atau tenaga honorer yang telah diumumkan oleh Pemerintah Daerah.

Kedua, mengembalikan seluruh tenaga kontrak atau tenaga honorer pada posisinya yang semula sebelum dilaksanakan tes.

Ketiga, apabila Pemerintah Daerah ingin menambah tenaga kontrak dan tenaga honor baru, agar proses rekrutmennya dilakukan secara terbuka dan transparan menggunakan sistem yang jelas.

Keempat, karena dianggap proses tes tersebut melanggar beberapa ketentuan perundang-undangan, diminta supaya seluruh pejabat yang terlibat dalam proses seleksi tersebut, agar dilakukan pemeriksaa dan diberikan hukuman yang setimpal.

Usai melakukan dialog dengan Anggota DPRD di ruangan, perwakilan demonstran bersama Ketua DPRD Malinau Ping Ding beserta seluruh anggota DPRD yang hadir saat itu, menemui para demonstran di luar halaman kantor DPRD.

“Kami bersama anggota DPRD mendukung dan akan ditindak lanjuti aspirasi yang Bapak Ibu sampaikan ini,” ucap Ping Ding kepada para pengunjuk rasa. Kemudian dia juga bersedia membubuhkan tanda tangan pada spanduk yang disediakan para demonstran, sebagai wujud dukungan semua anggota Dewan dari masing-masing Fraksi di DPRD yang hadir saat itu.

Aksi unjukrasa berlangsung dalam pengawalan ketat aparat keamanan Anggota Polres Malinau dan Anggota Kodim 0910 Malinau. Terlihat juga Anggota Satuan Brimob Polri. Kapolres Malinau AKBP Agus Nugraha, S.IK. bersama Dandim Malinau Letkol Inf. Sofwan Nizar, S. Sos, M. Han juga ikut turun ke lokasi untuk memastikan agar situasi tetap aman dan kondusif.

Kapolres juga mengarahkan pengunjukrasa untuk tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19 dalam situasi pandemik ini. Dan aksi para demonstran berjalan aman dan tertib hingga berakhir. #

Wartawan: David

No More Posts Available.

No more pages to load.