Tiga Gerai 212 Mart di Samarinda Tutup, Anggota “Koperasi” Lapor Polisi

oleh -1.092 views
I Kadek Indra K.W , kuasa hukum para investor yang mendaftar sebagai anggota Koperasi Syariah 212.

BERITAKALTIM.CO- Tiga gerai retail berlabel 212 Mart di Kota Samarinda tutup permanen. Tidak hanya itu, kini muncul pengaduan ke Markas Polresta Samarinda karena dugaan penipuan dan penggelapan.

Pengadu adalah warga yang telah menjadi investor berdirinya gerai 212 Mart. Jumlahnya diperkirakan mencapai 400 orang, namun yang memberikan kuasa untuk mengadukan ke polisi baru 26 orang. Mereka yang mengadu mengaku kehilangan uang setoran paling kecil Rp500 ribu sampai Rp20 juta per orang.

“Kita adukan ke polisi karena tidak ada penyelesaian. Tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan,” ujar I Kadek Indra KW, Ketua Tim Penasehat Hukum para investor gerai 212 Mart.

Kronologi permasalah itu muncul, dari adanya ajakan bergabung untuk membentuk Koperasi Syariah 212. Gagasan pendirian koperasi itu muncul setelah peristiwa 212 atau 2 Desember 2017 terjadi demonstrasi besar-besaran di Jakarta karena kasus penistaan agama.

Momentum 212 itu mengilhami para alumni yang ikut berdemo maupun yang bersimpati sampai di daerah-daerah. Akhirnya mereka mendirikan Koperasi Syariah 212 dan menyalurkan dana anggota koperasi ke usaha retail 212 Mart.

Di Samarinda, sekitar 400 orang anggota berhasil digaet dan menyerahkan setoran sebagaimana layaknya sebuah koperasi. Mereka menyetorkan uang dari Rp500 ribu sampai dengan Rp20 juta. Uang tersebut disetorkan kepada pengurus komunitas itu, yakni P selaku ketua, RJ selaku wakil ketua, HBN selaku bendahara, dan MS.

Dana yang terkumpul langsung dieksekusi menjadi toko retail 212 Mart sebanyak 3 unit di Kota Samarinda, yaitu di Jalan AW Syahranie, Bengkuring dan Jalan Gerilya. Tapi apa yang terjadi, menurut kuasa hukum para investor itu, ternyata Koperasi Syariah 212 yang dijanjikan tidak jelas legalitasnya.

“Sekarang semua toko 212 mart sudah tutup semua, karena tidak mampu bayar gaji karyawan, tidak mampu bayar ke supplier dan UMKM yang bekerja sama,” ujar I Kadek menjelaskan.

Dia memperkirakan kerugian para investor atau calon anggota koperasi mencapai Rp2.025.126.954. “Bagi anggota yang merasa kehilangan uangnya, tapi tidak berani melaporkan, atau enggan, kami membuka kesempatan untuk bergabung,” tambah Kadek. Kini dia menyerahkan prosesnya kepada kepolisian. #

Wartawan: Hardin